FITNESS & HEALTH

Demi Menekan Stunting, di NTT Ada Stunting Center of Excellence

A. Firdaus
Kamis 22 Oktober 2020 / 21:47
Jakarta: Prevalensi stunting di Indonesia termasuk sangat tinggi, di mana pada 2019 mencapai 28%. Angka tersebut memang sudah turun dari tahun 2013, di mana mencapai 37% balita yang mengalami stunting.

Kendati demikian, stunting masih menjadi bagian penting sebagai prioritas nasional pemerintah. Salah satunya meluncurkan Strategi Nasional Percepatan Pencegahan Stunting yang tercipta sejak 2018.

Demi mendukung pemerintah menekan angka stunting, diperlukan kerja sama dari berbagai pihak. Seperti yang dilakukan PT Roche Indonesia yang mendanai proyek 1000 Days Fund untuk membuka sebuah Stunting Center of Excellence (CoE) di Nusa Tenggara Timur.

Stunting Center yang diluncurkan pada 21 Oktober lalu, meliputi faktor keamanan pangan, terbatasnya keragaman pangan, dan penyakit yang berulang merupakan dasar dari stunting. Seperti diketahui, terpilihnya NTT karena lebih dari 270 ribu anak berusia di bawah 5 tahun, atau lebih dari populasi usia ini mengalami stunting.

Stunting Center of Excellence ini dirancang untuk menjangkau 21 puskesmas (atau sebanyak 100.000 ibu dan anak) sebagai upaya menurunkan stunting sebesar 5-10 persen di kabupaten Manggarai Barat, NTT. Selain itu, proyek ini juga diharapkan menjadi model untuk pengentasan masalah stunting secara berkelanjutan.

“Dalam kondisi dunia yang serba tidak pasti saat ini, kami memahami kebutuhan akan adanya kegiatan filantropi yang bermakna serta kontribusi dari sektor swasta untuk membantu mitra-mitranya yang berada di lini terdepan dalam memperjuangkan prioritas kesehatan masyarakat seperti stunting,” ungkap Dr. Ait-Allah Mejri, Presiden Direktur PT Roche Indonesia.

“Di Roche, kami percaya bahwa kami bertanggung jawab untuk berinvestasi dalam peningkatan kapasitas organisasi berbasis komunitas dan kelompok masyarakat sipil yang dapat membuka potensi untuk generasi di masa depan, sekaligus berkontribusi untuk kesehatan masyarakat di seluruh Indonesia," sambungnya.

Stunting Center of Excellence ini akan menjadi pusat distribusi teknologi dan pelatihan yang inovatif serta penguatan sistem kesehatan yang difokuskan kepada tenaga kesehatan, kader puskesmas dan posyandu di Manggarai Barat.

Stunting CoE ini juga akan menjadi pusat inovasi dan intervensi pencegahan serta penurunan stunting tidak hanya di kabupaten Manggarai Barat, tetapi juga di wilayah NTT dan seluruh Indonesia. Inovasi dan intervensi tersebut diharapkan menjadi solusi yang terjangkau dan terukur untuk diadopsi sekaligus dapat direplikasi di wilayah lain.
(FIR)

MOST SEARCH