FITNESS & HEALTH

Diet Whole30, Baik atau Buruk?

Raka Lestari
Senin 12 Oktober 2020 / 14:06
Jakarta: Diet Whole30 adalah diet yang mengurangi alkohol, gula, polong-polongan, biji-bijian, produk susu, dan semua makanan olahan. Diet ini dianggap dapat menurunkan berat badan dan menaikkan tingkat energi.

Akan tetapi, sama seperti jenis diet lainnya Diet Whole30 ini juga memiliki beberapa efek samping. Dilansir dari Health, berikut ini adalah beberapa efek samping dari Diet Whole30:
 

1. Dapat mengganggu sistem pencernaan


Menurut Sharon Palmer, RDN, ahli gizi dan penulis The Plant-Powered Diet kacang-kacangan dan biji-bijian memiliki kandungan yang baik bagi tubuh.

“Mereka kaya akan nutrisi seperti protein, serat, vitamin, mineral dan fitokimia yang baik untuk kesehatan pencernaan. Kacang-kacangan kaya akan serat larut dan tidak larut, yang penting untuk mikrobioma usus yang sehat karena membantu memberi makan bakteri baik di usus kamu,” tuturnya.
 

2. Dapat memicu sensitif terhadap makanan


Ketika kamu mengurangi sejumlah produk makanan untuk periode waktu tertentu, maka tubuh akan memberi reaksi ketika kamu mengonsumsinya kembali.

“Ada beberapa bukti yang menunjukkan bahwa ketika kamu mengubah pola makan, komposisi mikrobiota usus dan enzim juga ikut bergeser,” kata Palmer. Misalnya, jika kamu menghentikan produk susu, maka dapat menurunkan jumlah enzim yang harus kamu cerna.
 

3. Dapat membuat keinginan makan berlebih


“Jika kamu terlalu membatasi makanan, hal itu dapat menyebabkan perilaku dan sikap makan yang tidak sehat,” kata Palmer. “Diet ketat terhadap suatu makanan juga mendorong kamu untuk memiliki keinginan yang kuat untuk makanan yang dilarang,” ujar Palmer.
 

4. Tidak berkelanjutan


Diet Whole30 tidak dilakukan selamanya. “Itu hanya 30 hari dan selain itu, program 30 hari bermasalah karena gagal menanamkan kebiasaan sehat yang berkelanjutan,” ujar Palmer. "Pola makan harus menjadi cara makan yang dapat kamu pertahankan seumur hidup," tambahnya.
(TIN)

MOST SEARCH