FITNESS & HEALTH

Sudah saatnya Let Go! Begini Cara Menghadapi Orang Toksik

Aulia Putriningtias
Kamis 04 Juni 2026 / 12:41
Ringkasnya gini..
  • Sobat Medcom, kamu pernah merasakan berada di lingkaran lingkungan dengan orang-orang toksik?
  • Toksik merupakan gambaran individu atau situasi yang secara teratur berdampak negatif pada keadaan emosional mereka.
  • Dr. Runnels mengatakan bahwa seseorang atau suatu situasi dapat dianggap toksik ketika hal itu memengaruhi rasa aman psikologis mereka.
Jakarta: Sobat Medcom, kamu pernah merasakan berada di lingkaran lingkungan dengan orang-orang toksik? Kamu harus bergegas pergi, nih!

Menurut Patrick Runnels, MD, MBA, seorang psikiater dan Wakil Kepala Petugas Medis Kesehatan Populasi untuk University Hospital, toksik merupakan gambaran individu atau situasi yang secara teratur berdampak negatif pada keadaan emosional mereka.

Dr. Runnels mengatakan bahwa seseorang atau suatu situasi dapat dianggap toksik ketika hal itu memengaruhi rasa aman psikologis mereka. Contohnya seperti takut dihakimi, dipojokkan, dan lainnya.

 

Terkadang sulit untuk mengidentifikasi seseorang yang toksik, tetapi tanda atau ciri umumnya meliputi:

- Egois
- Manipulasi dan bentuk pelecehan emosional lainnya
- Ketidakjujuran
- Kurangnya belas kasih
- Kecenderungan untuk menciptakan konflik atau drama
- Terlalu menghakimi
- Merasa tak tercela bahkan ketika bersalah



(Dr. Runnels mengatakan bahwa seseorang atau suatu situasi dapat dianggap toksik ketika hal itu memengaruhi rasa aman psikologis mereka. Foto: Ilustrasi/Pexels.com)

Mendengarnya saja mungkin membuat energi kamu habis! Namun, sudah saatnya kamu mulai keluar dari lingkaran toksik ini. Adapun beberapa caranya, antara lain:
 

1. Tetapkan batasan


Tetapkan batasan pribadi secara jelas untuk melindungi kesehatan mental dan emosional kamu. Beri tahu orang yang toksik tersebut perilaku apa yang tidak akan toleransi dalam hubungan atau interaksi dengannya.
 

2. Tetap tenang dan tidak berpengaruh


Hindari terlibat secara emosional dalam perilaku negatif orang tersebut. Mempertahankan ketenangan dapat mencegah meningkatnya gesekan atau ketegangan dan membantu tetap memegang kendali.
 

3. Fokuslah pada solusi


Jika memungkinkan, arahkan percakapan ke topik yang positif dan konstruktif, dan hindari drama serta konflik. Sarankan pemecahan masalah daripada terus-menerus membahas perbedaan.
 

4. Bicara langsung


Terkadang seseorang yang terlibat dalam perilaku toksik mungkin tidak menyadarinya. Cobalah menjelaskan sudut pandang kamu kepada mereka dan bagaimana perasaan kamu terhadap mereka. 

 

5. Batasi interaksi


Sebaiknya untuk membatasi interaksi antara kamu dengan orang tersebut, terutama jika sudah sering membuat suasana hati lebih buruk dibandingkan tidak sedang bersama orang tersebut.
 

6. Cari dukungan

Bicaralah dengan teman, anggota keluarga, atau terapis yang kamu percayai. Perspektif dari luar sering kali dapat memberikan dukungan emosional dan saran praktis untuk mengatasi situasi tersebut.

Cek Berita dan Artikel yang lain di
Google News

(TIN)

MOST SEARCH