FITNESS & HEALTH

Manfaat Kesehatan Mental dari Doodling

Kumara Anggita
Selasa 17 November 2020 / 17:46
Jakarta: Doodling atau mencoret-coret adalah suatu kegiatan yang mungkin dianggap buang-buang waktu saja. Namun sesungguhnya kegiatan sederhana yang murah ini bisa memberikan banyak manfaat untuk kesehatan mentalmu di masa pandemi yang penuh tekanan ini.

Dilansir dari Healthline, berikut beberapa manfaat dari aktivitas doodling:
 

1. Relaksasi


Centers for Disease Control and Prevention (CDC) mengatakan bahwa pandemi ini memang bisa buat kita stres. Para ilmuwan, seniman, dan guru sepakat bahwa doodling ini bisa menenangkan pikiran.

Satu studi pada 2016 terhadap 39 mahasiswa, staf, dan fakultas menemukan bahwa setelah membuat karya seni, 75 persen peserta memiliki kadar kortisol (hormon stres) yang lebih rendah dari air liur mereka. Tidak peduli itu karya seni yang serius dan berkemampuan atau sekadar doodling semata.
 

2. Mengatur suasana hati


Saat ini, orang menghabiskan lebih banyak waktu di dalam ruangan, jauh dari kelompok pendukung sosial dan komunitas. Situasi ini bisa membuatmu jadi ketagihan nonton series atau main smartphone sepanjang hari.

Sehingga menghentikan kebiasaan baru ini tidaklah mudah. Kamu butuh kegiatan baru dan doodling adalah pilihan yang tepat.

Pada 2017, para peneliti dari Drexel University di Philadelphia memeriksa aktivasi otak yang diukur dengan cahaya inframerah pada peserta selama tiga bentuk ekspresi diri kreatif.  Para peneliti menyimpulkan bahwa pembuatan seni bisa menjadi cara untuk mengatur suasana hati dan perilaku adiktif.
 

3. Penyelesaian masalah


Sunni Brown yang merupakan konsultan visual, penulis buku terlaris 'The Doodle Revolution', dan pendiri Deep Self Design menjelaskan bagaimana perusahaan telekomunikasi tempatnya bekerja belajar untuk berpikir out of the box dengan doodling. Perusahaan awalnya tidak memiliki proses untuk berpikir visual. Setelah beberapa latihan dalam mencoret-coret terpandu, mereka dapat menghasilkan lima penemuan baru untuk teknologi yang dapat dipatenkan.

Brown mengatakan bahwa karena corat-coret adalah pengalaman visual, tertulis, kinestetik, dan emosional. Hal itu dapat memperdalam pembelajaran dan penemuan dengan cara yang tidak dapat dilakukan hanya dengan satu modalitas. Brown mengatakan bahwa untuk dirinya dan kliennya, pengalaman multimodal dan sentuhan ini adalah penawar yang tepat dari banyaknya waktu di depan layar.
(FIR)

MOST SEARCH