FITNESS & HEALTH

Merokok Bisa Meningkatkan Risiko Penularan Covid-19

Raka Lestari
Selasa 10 November 2020 / 15:20
Jakarta: Kebiasaan merokok ternyata memiliki pengaruh dalam meningkatan risiko seseorang untuk terkena covid-19. Merokok dianggap dapat melemahkan sistem kekebalan tubuh seseorang, yang pada akhirnya membuat seseorang tersebut lebih rentan terkena penyakit.

“Dalam rokok terdapat tar, nikotin, dan karbon monoksida yang dapat berdampak pada kesehatan. Dan tidak hanya perokok aktif, perokok pasif juga memiliki risiko yang sama berbahayanya karena kandungan berbahaya tersebut bisa terhirup oleh orang yang berada di samping perokok itu,” ujar Dr. dr. Agus Dwi Susanto, Sp. P(K), Ketua Perhimpunan Dokter Paru Indonesia.

Ketika seseorang merokok, menurut dr. Agus, maka dapat menyebabkan gangguan imunitas saluran napas dan paru. Fungsi silia pada saluran napas akan terganggu karena asap rokok. Silia ini berfungsi untuk membersihkan saluran pernapasan dari virus dan kotoran melalui batuk.

“Kebiasaan merokok ini dapat melemahkan silia sampai 50 persen. Dan kalau seseorang merokok sebanyak 2 – 3 kali sehari maka silianya akan mati. Kalau silia terganggu, maka akan ada banyak dahak, sehingga meningkatkan risiko terjadinya infeksi,” jelas dr. Agus.

Selain itu, menurut dr. Agus, merokok juga meningkatkan reseptor ACE2 yang dapat menjadi tempat berkembang biak covid-19. Reseptor ACE 2 meningkat hampir 50 persen dan ini meningkatkan risiko seseorang terkena covid-19.

"Dan reseptor ACE2 ini tidak hanya di paru-paru atau jantung tetapi juga ada di pembuluh darah, usus dan ginjal. Sehingga nanti dampaknya tidak hanya gejala respirator tetapi juga gejala non respirator,” ujar dr. Agus.

Kemudian dr. Agus juga berujar, seorang perokok juga bisa meningkatkan risiko mengalami penyakit generatif. Penyakit ini bisa menjadi komorbid yang meningkatkan risiko covid-19 dan jika terkena covid-19, maka penyakitnya akan lebih berat bahkan sampai meninggal. Data dari RS Persahabatan, 63 persen pasien covid-19 meninggal karena ada penyakit komorbid.

“Sering meletakkan tangan ke mulut ketika merokok juga dapat memasukkan virus ke dalam tubuh. Apalagi jika rokok tersebut digunakan secara bergantian sehingga dapat menularkan dari orang ke orang,” tutup dr. Agus.
(FIR)

MOST SEARCH