FITNESS & HEALTH

Johnson & Johnson Hentikan Uji Klinis Fase Akhir Vaksin Covid-19

Raka Lestari
Kamis 15 Oktober 2020 / 18:04
Jakarta: Pada Senin 12 Oktober lalu, Johnson & Johnson (J&J) mengonfirmasi telah menghentikan sementara studi vaksin mereka. Keputusan itu disebabkan setelah seorang relawan mengalami penyakit yang tidak dapat dijelaskan.

Keesokan harinya, pihak J&J mengatakan bahwa, penghentian uji coba vaksin tersebut bukanlah sesuatu yang luar biasa. Mathai Mammen, kepala global penelitian dan pengembangan Janssen di J&J mengatakan bahwa perusahaannya berkomitmen untuk bersikap transparan melalui proses tersebut. Tetapi juga perlu mempelajari lebih lanjut tentang insiden ini.

"Akan memakan waktu minimal beberapa hari untuk mengumpulkan dan mengevaluasi informasi. Perusahaan belum mengetahui apakah orang yang jatuh sakit menerima vaksin percobaan atau plasebo,” ujar Mammen.

Sampai saat ini J&J memang tidak membagikan informasi lebih detail mengenai sakit yang dialami oleh relawan uji coba. Dengan alasan privasi.

"Kita harus menghormati privasi relawan ini. Kami juga mempelajari lebih lanjut tentang penyakit dari relawan ini, dan penting untuk mengetahui semua fakta sebelum kami membagikan informasi tambahan," kata J&J dalam pernyataan pada Senin lalu.

J&J, perusahaan perawatan kesehatan terbesar di dunia, memulai uji coba fase akhir pada September 2020, untuk menentukan apakah vaksin yang sedang mereka kembangkan dapat mencegah covid-19. Uji coba tersebut juga dirancang guna memberikan informasi tentang apakah vaksin tersebut aman untuk diberikan kepada jutaan orang.

Uji coba pada awalnya diharapkan bisa memberikan hasil awal pada akhir 2020 atau awal 2021. Tergantung pada berapa lama uji coba dihentikan, hasil temuan tersebut kemungkinan dapat ditunda. J&J tidak memberikan informasi apa pun tentang lamanya penundaan tersebut.
(FIR)

MOST SEARCH