FITNESS & HEALTH

Daewoong Dapat Lampu Hijau Uji Klinis Obat Covid-19 Niclosamide

A. Firdaus
Rabu 14 Oktober 2020 / 12:49
Seoul: Daewoong Pharmaceutical pada 8 Oktober 2020 mendapatkan lampu hijau dari Kementerian Keamanan Makanan dan Obat Korea (MFDS) untuk segera melakukan uji klinis fase 1 obat covid-19 mereka. Perusahaan farmasi Negeri Gingseng ini bakal mengembangkan obat covid-19 DWRX2003 yang berbahan Niclosamide.

Uji klinis fase 1 untuk Niclosamide di Korea akan dilakukan di Chungnam National University Hospital. Tempat di mana obat digunakan pada orang yang sehat dan administrasi sudah dimulai pada bulan ini.

Dalam uji klinis ini, Niclosamide atau plasebo akan ditetapkan secara acak, double blinded, terkontrol plasebo, dan diadministrasikan pada satu waktu. Cara ini untuk memastikan keamanan dan pemeliharaan konsentrasi obat dalam darah.
 

Apa itu Niclosamide


Niclosamide dikenal sebagai obat yang dapat menghambat penetrasi dan ekskresi virus ke dalam sel tubuh manusia. DWRX2003 adalah produk yang dikembangkan dengan Niclosamide sebagai obat injeksi lepas lambat menggunakan teknologi pengiriman obat milik Daewoong Group.

Metode injeksi lepas lambat Ini dapat memaksimalkan efektivitas obat dibandingkan dengan metode pemberian obat secara oral, dan juga diharapkan mampu menjaga tingkat konsentrasi obat yang dapat mengobati penyakit virus hanya dengan sekali pemberian.

Metode ini juga dapat menghindari efek samping sistem pencernaan seperti mual, muntah, dan lain-lain, yang terjadi apabila obat diberikan secara oral.

Berdasarkan uji klinis terhadap subjek hewan, Daewoong Pharmaceutical juga memastikan bahwa 'DWRX2003' dapat menurunkan tingkat kematian pada pasien covid-19. Dalam uji klinis ini, subjek hewan telah diberikan Virus Korona dan influenza secara bersamaan.

Selain itu, tingkat kematian dari penggunaan Niclosamide dipastikan mencapai 0% dan efek perbaikan gejala klinis bahkan pada virus influenza, yang dikhawatirkan menyebabkan 'twin-demic' selain covid-19.

Cara ini dilakukan untuk menguji efektivitas obat terhadap 'twin-demic', yang semakin menjadi kekhawatiran banyak orang di seluruh dunia.

Uji klinis Niclosmaide yang dilakukan terhadap hewan menunjukkan bahwa 40% dari kelompok yang diberikan plasebo telah mati. Sedangkan kelompok yang diberikan pengobatan 12 jam sebelum terinfeksi dan 7 hari setelah terinfeksi virus memiliki angka kematian nol.

Percepat uji klinis


"Kami akan memfokuskan semua upaya kami untuk mempercepat uji klinis dan mempersiapkan fase 2 dan fase 3 di Indonesia serta menyelesaikan hasil uji klinis fase 1. Sehingga kami dapat mengembangkan perawatan covid-19 secepat mungkin," kata Sengho Jeon, CEO Daewoong Pharmaceutical.

“Demi membantu pengobatan pasien covid-19 di seluruh dunia, kami akan berusaha keras mengembangkan pengobatan Niclosamide dan Camostat serta memperluas penelitian dan pengembangan untuk penyakit infeksi virus,” tambahnya.

Sementara itu, menurut CEO Daewoong Therapeutics, Min Seok Lee, Niclosamide merupakan bahan yang telah terbukti memiliki efek yang dapat meningkatkan kondisi pasien covid-19. Ia berharap pengobatan ini dapat menekan komplikasi pada pasien kronis serta memberikan efek anti-virus yang kuat.

“Kami akan bekerja sama dengan Daewoong Pharmaceutical untuk melakukan yang terbaik dalam berbagai penelitian dan pengembangan untuk mengembangka pengobatan yang efektif untuk penyakit infeksi virus lainnya,” katanya.

Daewoong Pharmaceutical juga mempercepat perkembangan global dengan melakukan uji klinis fase 1 untuk "DWRX2003" di India dan Filipina, termasuk Korea. Di India, uji klinis fase 1 sedang dilakukan, di mana obat akan digunakan pada orang yang sehat, memastikan keamanan pada kelompok uji coba pertama, dan uji klinis untuk kelompok kedua sedang berlangsung dengan lancar.

Di Filipina, uji klinis fase 1 pada pasien covid-19 dilakukan untuk menguji keamanan dan efek obat tersebut. Daewoong Pharmaceutical berencana untuk melakukan uji klinis multinasional fase 2 dan 3 dalam tahun ini berdasarkan hasil uji klinis Fase 1.

Langkah terakhir, yaitu segera mengajukan permohonan untuk mendapatkan Accelerated Approval dan Emergency Use Authorization. Tepatnya setelah uji klinis fase 2 selesai.
(FIR)

MOST SEARCH