FITNESS & HEALTH

Aktivitas Fisik dengan Intensitas Sedang Baik untuk Menaikkan Imun Tubuh

Raka Lestari
Sabtu 11 September 2021 / 15:02
Jakarta: Riskesdas 2018 mengatakan 33,5 persen masyarakat masih kurang beraktivitas fisik dan pandemi berpotensi meningkatkan angka tersebut. Padahal aktivitas fisik secara teratur dan asupan nutrisi lengkap untuk kebebasan bergerak telah terbukti bermanfaat bagi tubuh dan pikiran.

Menurut dr. Riskiyana Sukandhi Putra, M.Kes, Direktur Kesehatan Kerja dan Olahraga, Kementerian Kesehatan RI, berkurangnya aktivitas fisik di masa pandemi ini tidak hanya dapat menyebabkan risiko fisik, melainkan juga menghadirkan gangguan kesehatan mental.

Risiko fisik yang berpotensi dialami jika kurangnya aktivitas bisa berupa penyakit tidak menular, seperti hipertensi, stroke, dan diabetes. Sementara untuk risiko kesehatan mental seperti gangguan kecemasan, gangguan tidur, stres, depresi, bahkan trauma.

"Risiko ini menunjukkan bahwa sekalipun dalam situasi pandemi, perilaku hidup sehat aktif harus tetap dilakukan karena merupakan investasi kesehatan dan kesejahteraan secara menyeluruh di setiap tahapan kehidupan,” ujar dr. Riskiyana dalam acara Press Conference Anlene Virtual Race.

Menurut dr. Leny Pintowari, SpKO, aktivitas fisik yang terbaik untuk mendukung sistem kekebalan tubuh adalah olahraga intensitas sedang. Penelitian menunjukkan, melakukan olahraga intensitas sedang merupakan imunitas yang paling baik.

"Namun waspadalah pada saat kita ingin meningkatkan intensitas itu menjadi lebih tinggi. Kalau itu dilakukan dengan benar, bagus, sesuai dengan kondisi masing-masing maka dengan sendirinya dia berdampak positif. Imunitas badannya yang kemungkinan akan menurun, itu bisa dicegah," tambah dr. Leny yang juga Ketua Perhimpunan Dokter Spesialis Kedokteran Olahraga (PDSKO).

Untuk itu, dr. Leny menyarankan agar berhati-hati saat ingin meningkatkan ke intensitas yang berat. Kalau perlu konsultasi dulu.

"Kami ingin melihat kondisi orang tersebut. Pas atau tidak, sudah waktunya belum. Dan juga hati-hati, kita ini kan tidak sempurna ya," jelasnya.

"Ada yang lemah di kaki, di punggung, di pinggul, ini yang perlu diperhatikan oleh masing-masing individu. Saya mempunyai kelemahan di tulang atau otot mana, itu yang perlu diperhatikan karena harus disesuaikan supaya tidak cedera," tutup dr. Leny.  

Hi Sobat Medcom, terima kasih sudah menjadikan Medcom.id sebagai referensi terbaikmu. Kami ingin lebih mengenali kebutuhanmu. Bantu kami mengisi angket ini yuk https://tinyurl.com/MedcomSurvey2021 dan dapatkan saldo Go-Pay/OVO @Rp50 ribu untuk 20 pemberi masukan paling berkedan. Salam hangat.
(FIR)

MOST SEARCH