FITNESS & HEALTH

Manfaat Kedelai yang Biasa Terdapat dalam Tempe dan Tahu

Raka Lestari
Senin 04 Januari 2021 / 09:00
Jakarta: Beberapa waktu belakangan ini, banyak masyarakat yang mengeluhkan adanya kelangkaan tempe dan tahu di pasaran. Padahal, tempe dan tahu merupakan salah satu sumber protein nabati yang sangat penting dengan harga yang terjangkau. Salah satu bahan pembuat tempe dan tahu adalah kacang kedelai. 

Menurut seorang ahli gizi dari Harley Street, Rhiannon Lambert menjelaskan, "Hal pertama yang harus diketahui adalah bahwa kedelai adalah sumber protein yang baik. Kacang kedelai dikenal memiliki kandungan protein yang lengkap." 

"Tidak seperti kebanyakan protein nabati, kacang kedelai mengandung semua asam amino esensial yang harus kita peroleh dari makanan karena tidak dapat dibuat oleh tubuh. Secangkir (200 gram) kacang kedelai yang dimasak mengandung sekitar 22g protein, hampir sama dengan satu porsi steak!" ujar Lambert. 

Lambert juga membahas mitos bahwa pria tidak boleh makan kedelai karena dianggap dapat membuat payudara pria menjadi tumbuh. 

"Ini tidak sepenuhnya benar. Kedelai mengandung nol estrogen dan tidak ada bukti yang menyebutkan bahwa kedelai mengganggu perkembangan seksual atau mengurangi tingkat testosteron pria."

Fitoestrogen adalah hormon tanaman yang juga ditemukan dalam biji kopi, apel, oat, lentil, beras, wortel, dan bir. 

"Bahkan, senyawa-senyawa dalam kedelai adalah antioksidan kuat dengan penelitian yang menunjukkan efek positif dalam melindungi terhadap penyakit," ujar Lambert. 

Selain itu, kedelai juga bisa membantu melindungi kesehatan tulang baik sebelum dan sesudah menopause. Profesor Pamela Hinton, seorang ahli gizi di Universitas Missouri, Columbia, AS, mengatakan "Temuan menunjukkan semua wanita mungkin akan mengalami peningkatan kekuatan tulang dengan menambahkan beberapa makanan berbasis kedelai ke dalam makanan mereka." 

Temuan itu juga menemukan bahwa makanan berbahan dasar kedelai dapat meningkatkan kekuatan tulang pada wanita muda. 

Prof Hinton menambahkan, "Temuan kami menunjukkan bahwa wanita bahkan tidak perlu makan kedelai dalam jumlah yang sangat banyak seperti yang ditemukan dalam makanan khas Asia untuk mendapatkan manfaat positif dari kedelai untuk tulang,” tutupnya. 
(TIN)

MOST SEARCH