FITNESS & HEALTH

Amankah Melakukan Diet DEBM?

Raka Lestari
Kamis 15 Oktober 2020 / 11:05
Jakarta: Diet DEBM merupakan singkatan dari “Diet Enak Bahagia Menyenangkan”. Diet ini beberapa waktu belakangan cukup populer karena banyak orang yang mengaku berhasil menurunkan berat badan hanya dalam hitungan minggu. Akan tetapi, apakah jenis diet ini aman untuk dilakukan?

“Untuk diet ini potensial problemnya adalah membatasi asupan karbohidrat ya. Dan yang perlu kita ketahui seberapa rendah karbonya?,” ujar dr. Juwalita Surapsari, M.Gizi, Sp.GK, dokter spesialis gizi klinik di RSPI – Pondok Indah, dalam Webinar "Weight Loss Diet: Mana yang Terbaik?" pada Rabu, 14 Oktober 2020. 

Ia menjelaskan bahwa karbohidrat itu tidak hanya dari nasi, mie atau roti saja tetapi juga bisa ada di sayur, buah, susu, serta bahan makanan seperti biji atau kacang-kacangan. “Jadi sebenarnya tergantung seberapa strict seseorang melakukan diet DEBM ini,” kata dr. Juwalita. 

“Kalau sudah rendah banget, sampai tidak makan kacang-kacangan, buah-buahan, pokoknya apapun yang mengandung karbohidrat tentunya dalam jangka pendek akan timbul keluhan seperti sakit kepala. Glukosa yang didapat dari karbohidrat itu kan sumber energi pada otak. Dan karbohidrat juga mengikat air, maka gula darah akan turun lebih cepat sehingga sakit kepala,” ujar dr. Juwalita. 

Selain itu, potensi lain yang bisa terjadi jika asupan karbohidratnya terlalu rendah adalah dehidrasi. “Karena tdak makan sayur, buah, dan yang lainnya maka bisa juga menjadi kurang serat. Efek kurang serat itu apa? Bisa menyebabkan sulit buang air besar,” kata dr. Juwalita. 

“Dan untuk jangka panjang, kalau menerapkan diet yang rendah karbohidrat menurut sebuah studi yang pernah saya baca itu bisa meningkatkan risiko kematian. Angka kematiannya akan meningkat dibandingkan mereka yang melakukan balance diet,” tutup dr. Juwalita. 
(YDH)

MOST SEARCH