FITNESS & HEALTH

Mengapa Sulit Menjauhkan Rasisme dari Kehidupan?

Kumara Anggita
Rabu 11 November 2020 / 14:00
Jakarta: Rasisme adalah salah satu masalah yang masih terjadi hingga saat ini di berbagai belahan dunia. Kita tahu bahwa ini adalah hal yang tidak baik, namun mengapa kebiasaan ini masih langgeng? 

Dikutip dari Health, Bahiyyah Maroon, PhD, seorang antropolog dan presiden Lembaga Penelitian Terapan Polis Institute yang berfokus pada Kesetaraan Sosial dan Kesetaraan Ras mengatakan bahwa keyakinan bukan hanya berkaitan dengan budaya. Itu hidup di otak.

Dia mengatakan otak berisi "jaringan mode default," dan di sinilah identitas seseorang hidup. Identitas tidak hanya berarti kelompok etnis dan jenis kelamin kamu.

Ini juga tentang menganggap diri kamu sebagai orang yang baik, bermoral, dan adil. Sebagian besar dari kita ingin percaya bahwa kita cocok dengan deskripsi ini. Karena itu, sulit rasanya untuk melepaskan konsep diri begitu saja. 
 

Kurangnya kesadaran diri dapat menghalangi pemahaman kamu


Sebuah studi tahun 2019 yang diterbitkan dalam jurnal Personality and Individual Differences menunjukkan bahwa kebanyakan orang yang berprasangka, tidak berpikir bahwa mereka berprasangka buruk. Dengan kata lain, beberapa orang tidak memahami bias mereka sendiri.

Morgan Mercer, pendiri Vantage Point, sebuah perusahaan yang menggunakan realitas virtual untuk membangun empati dan pada akhirnya memerangi masalah sosial seperti rasisme, mengatakan ketidakmampuan untuk memahami gerakan Black Lives Matter (BLM) bermuara pada kurangnya kesadaran diri. Beberapa orang tidak mau atau tidak bisa melihat seberapa dalam akar rasisme.
 

Sulitnya berempati dan bersimpati


Empati dengan korban rasisme mungkin sulit bagi sebagian orang, karena mereka sendiri tidak pernah mengalami rasisme dan mereka tidak mengenal siapa pun yang mengalaminya.

“Merasa empati atau simpati terhadap orang-orang yang menjadi korban rasisme itu penting,” kata Gail Saltz, MD, seorang profesor psikiatri di Rumah Sakit Presbyterian NY Sekolah Kedokteran Weill-Cornell.

Dan itu lebih baik daripada apa yang dilakukan beberapa orang sekarang, yaitu "mengabaikan atau memilah-milah," jelasnya.
(TIN)

MOST SEARCH