FITNESS & HEALTH

Perbedaan Osteoporosis dan Osteoarthritis

Raka Lestari
Senin 26 Oktober 2020 / 17:14
Jakarta: Osteoporosis merupakan gangguan kepadatan tulang yang menyebabkan tulang menjadi rapuh. Hal ini tentunya sangat berbahaya, terutama jika dialami oleh mereka yang sudah berusia lanjut. Meskipun memiliki nama yang mirip, osteoporosis tentunya berbeda dengan osteoarthritis yang menyerang persendian.

“Osteoporosis adalah kondisi di mana massa tulang berkurang (keropos) yang sering disebut silent killer karena bersifat diam dan sering kali tidak memiliki gejala sampai patah tulang pertama terjadi,” ujar dr. Arif Soemardjono, M.D, Sp.KFR, FASCM dalam webinar ‘Cegah OSteoporosi Dua generasi’ oleh PT Kalbe Farma, Sabtu, 24 Oktober 2020.

Ia juga menambahkan bahwa ada beberapa mitos yang beredar di masyarakat mengenai osteoporosis seperti hanya wanita menopause yang bisa terkena osteoporosis, osteoporosis hanya bisa tejadi pada usia tua.

Osteoporosis tidak menyebabkan patah tulang, penderita osteoporosis dapat merasakan tulangnya semakin lemah, hingga nyeri sendi disebabkan oleh obesitas dan asam urat.


Osteoporosis
(Osteoporosis adalah gangguan kepadatan tulang yang menyebabkan tulang menjadi rapuh. Sedangkan osteoarthritis adalah peradangan pada sendi. Foto: Pexels.com)


“Sedangkan osteoarthritis adalah peradangan pada sendi dan bisa disebabkan oleh obesitas, tulang membesar (hipertrofi tulang) dan benjolan tulang akibat pertumbuhan berlebih (pembentukan osteofit atau spurs),” tambah dr. Arif.

Menurut dr. arif, ada banyak upaya yang bisa kita lakukan agar terhindar dari osteoporosis dan osteoarthritis. Diantaranya mengonsumsi makanan yang bernutrisi, berjemur di bawah sinar matahari.

Selain itu melakukan pola hidup sehat, berolahraga yang tidak membebani sendi seperti berjalan kaki atau bersepeda, serta mengonsumsi suplemen yang mengandung kalsium agar dapat membantu dan memlihara kesehatan tulang.

Kementerian Kesehatan RI sendiri mengatakan bahwa semua manusia mengalami pembentukan masa tulang sejak dalam kandungan hingga beranjak dewasa dan puncaknya pada usia 20 tahun. Pada usia 35 tahun kepadatan tulang mengalami penurunan secara perlahan hingga ke usia 50 tahun. 

Wanita yang telah mengalami menopause lebih berisiko terkena osteoporosis dibandingkan pria. Hal ini disebabkan oleh berkurangnya kadar estrogen yang berperan penting dalam menjaga kepadatan tulang.

(TIN)

MOST SEARCH