FITNESS & HEALTH

Setelah Melakukan Vaksinasi Covid-19, Apakah 3M Sudah Tidak Diperlukan?

Raka Lestari
Kamis 14 Januari 2021 / 16:18
Jakarta: Suntikan vaksin covid-19 ke Presiden Joko Widodo kemarin, menjadi penanda bahwa vaksinasi untuk menghindari virus korona di Indonesia telah dimulai. Sayangnya masih ada beberapa kontroversi terkait aturan usai melakukan vaksinasi covid-19.

Seperti yang dilakukan oleh selebritis Raffi Ahmad. Suami dari Nagita Slavina ini dicecar oleh netizen, lantaran setelah divaksinasi covid-19, ternyata berkumpul dengan beberapa selebriti pada malam hari, dan dianggap tidak menerapkan protokol kesehatan 3M.

Lalu apakah perbuatan Raffi Ahmad salah? Melansir ucapan dr. Dirga Sakti Rambe pada laman YouTube Kementerian Kesehatan RI, bahwa orang yang sudah divaksin harus tetap menerapkan protokol kesehatan.

“Seseorang dinyatakan lengkap tervaksinasi apabila telah menerima dua kali suntikan dengan jeda 14 hari. Setelah itu pun masih dibutuhkan waktu agar kekebalannya timbul. Oleh karena itu, seseorang yang telah divaksinasi tetap harus menerapkan 3M agar perlindungannya optimal,” ujar dr. Dirga.

“Vaksin membuat kita kebal terhadap suatu penyakit. Orang yang sudah divaksinasi memiliki kekebalan tanpa harus sakit dahulu. Sedangkan orang yang tidak divaksinasi harus sakit dahulu baru kebal," sambung dr. Dirga yang merupakan Dokter Spesialis Penyakit Dalam dan Vaksinolog.

Saat vaksin disuntikkan kepada tubuh kita, maka tubuh akan mengenali terdapat komponen atau virus. Kemudian tubuh akan merespons dengan membentuk antibodi sebagai pasukan kekebalan. Sehingga pada masa mendatang saat seseorang terpapar oleh virus, maka ia sudah memiliki kekebalan.

Adanya virus korona ini menghadirkan berbagai macam vaksin. Di Indonesia sendiri vaksin yang sudah tersedia adalah dari Sinovac. Namun, masih banyak orang yang ragu mengenai tingkat efektivitas dan efikasi dari vaksin merk Sinovac tersebut.  

“Vaksin apa saja yang telah mendapatkan izin dari BPOM maka dapat dipastikan keamanan dan efektivitasnya. Oleh karena itu, pada situasi pandemi seperti sekarang kita gunakan vaksin yang lebih dulu tersedia agar kita segera terlindungi,” saran dr. Dirga.

Selain itu, menurut dr. Dirga, setiap jenis vaksin memiliki keunggulan masing-masing. Selama vaksin itu memiliki efikasi lebih dari 50 persen sesuai dengan standar WHO dan telah mendapatkan izin BPOM, maka dapat dipastikan keamanan dan efektivitasnya.


(FIR)

MOST SEARCH