FITNESS & HEALTH

Waspada! Ini 4 Penyakit yang Bisa Disebabkan Bulu Anabul

A. Firdaus
Selasa 24 Mei 2022 / 18:26
Jakarta: Kucing dan anjing adalah hewan yang sering dijadikan hewan peliharaan. Tingkahnya yang menggemaskan membuat banyak orang ingin sekali memelihara dan merawatnya. Namun, memelihara anabul bukan tidak ada risikonya bagi kesehatan, bulu-bulu anabul ini juga bisa mempengaruhi kesehatan kita apabila kita tidak waspada kepada kebersihan anabul.

Mungkin saja terdapat bakteri yang menempel pada bulu anabul tersebut akibat ia bermain di lingkungan yang kotor. Beberapa kelompok orang, seperti ibu hamil dan orang yang mengidap penyakit autoimun juga dilaporkan memiliki risiko lebih tinggi terkena dampaknya.

Berikut beberapa penyakit yang bisa disebabkan oleh bulu anabul :
 

1. Reaksi alergi


Bagi kamu yang alergi terhadap kucing dan anjing, sentuhan atau berdekatan dengan kedua binatang ini, dapat memicu reaksi alergi yang ditandai dengan bersin-bersin, batuk, mata gatal dan berair. Kamu juga akan mengalami hidung meler atau mampet, kelopak mata bengkak dan tampak kebiruan, serta rasa gatal pada hidung, langit-langit mulut atau tenggorokan.

Bagi kamu yang menderita asma, ada bahaya tersendiri yang muncul dari memelihara kucing. Kamu mungkin akan mengalami gejala asma yang semakin parah seperti sesak napas, dada terasa sesak dan nyeri, gangguan tidur akibat sesak napas.
 

2. Penyakit cakar kucing


Banyak sekali yang terkena cakaran kucing lalu mendiamkannya hingga kering dan hilang dengan sendirinya. Namun, tahukah kamu kalau cakaran kucing juga bisa menimbulkan penyakit salah satunya cat scratch disease. Penyakit ini adalah penyakit yang muncul dari cakaran kucing yang telah terinfeksi bakteri Bartonella Henselae.

Bakteri merupakan salah satu bakteri yang sering menyerang kucing. Bakteri ini paling banyak terdapat di mulut dan cakar kucing. Bakteri dapat menyebar ke kelenjar getah bening yang letaknya paling dekat dari cakaran kucing.
 

3. Jamur Kulit atau Ringworm


Penyakit jamur kulit bisa menular dari hewan ke manusia begitupun sebaliknya, kita akan mudah tertular ringworm apabila sering tidur bersama hewan peliharaan. Selain itu barang-barang yang sering disentuh oleh hewan peliharaan juga bisa menyebabkan infeksi jamur ini.

Kamu dan hewan peliharaanmu bisa saja saling menularkan penyakit ini melalui sentuhan. Jika terinfeksi, maka kamu atau hewan peliharaanmu akan mengalami gatal pada hari keempat hingga dua minggu setelah terpapar.

Jamur ini lebih suka tumbuh di area yang lembap dan bagian tubuh yang sering berkeringat. Wilayah yang beriklim tropis dan hangat seperti Indonesia juga dapat menjadi tempat yang memudahkan jamur tumbuh.
 

4. Toksoplasma


Toxoplasmosis merupakan suatu penyakit zoonosis (dapat menular dari hewan ke manusia) yang disebabkan oleh parasit protozoa. Biasanya sebagai hospes pembawa penyakit antara lain dari kotoran kucing, kotoran anjing, kotoran karnivora lainnya, mengonsumsi sayuran yang tidak bersih dan mengonsumsi daging yang belum matang. Sedangkan kucing merupakan hospes utama penyakit toxoplasmosis.

Gejala yang muncul adalah muncul gejala syaraf, kejang dan stres, kelesuan dan kelemahan otot, kelumpuhan anggota gerak, demam dan diare, timbul gejala kekuningan pada mata, gusi dan kulit, dan gangguan pernapasan.

Biasanya pengobatan diberikan cairun infus secara intra vena untuk mengatasi dehidrasi dan pemberian antibiotik untuk mengontrol infeksi sekunder. Biasanya golongan sulfadiazin dan pyrimethamin yang kerap mengalami ini.
(FIR)

MOST SEARCH