FITNESS & HEALTH

Dokter Kontingen Indonesia di Olimpiade Tokyo Berbagi Tips Berolahraga

Rendy Renuki H
Rabu 29 September 2021 / 14:56
Jakarta: Gaya hidup sehat saling berkaitan dengan rutin berolahraga, diet sehat, cukup tidur, serta mengelola stress dengan cara yang baik. Olahraga bisa dijadikan gaya hidup jika seseorang sadar akan pentingnya kesehatan yang juga berkaitan dengan pembentukan imun.

"Fungsi berolahraga yaitu meningkatkan kemampuan pompa jantung, memaksimalkan fungsi paru, mendorong sirkulasi darah terbaik, dan yang juga penting membantu pembentukan Imunitas tubuh terhadap penyakit" tutur dr. Carmen Yahya dalam acara bincang sehat virtual, Rabu 29 September 2021.

Dokter yang sempat bertugas bersama kontingen Indonesia di Olimpiade Tokyo itu pun memberikan saran untuk pemula yang ingin memulai rutinitas olahraga. Pertama, tentunya dimulai dengan mengetahui kondisi fisik, lalu menentukan target manfaat dengan berolahraga, memperhatikan batasan dan berkonsultasi dengan ahli sebagai bagian penting. 

"Satu hal lainnya adalah bahwa cedera dalam berolahraga sering menjadi bagian gerak tubuh yang perlu dipahami dan ditangani tepat oleh para Ahli," ungkap dokter yang juga bertugas di Sport Medical Center MRCCC Siloam Hospital Semanggi.

Dokter yang telah bertugas bagi kontingen Indonesia di enam edisi Olimpiade itu pun menjelaskan akan manfaat olahraga, dan cara tepat berolahraga di saat kondisi tubuh sedang tidak fit, termasuk bagi penderita obesitas. 

"Penting untuk diingat bahwa olahraga yang tebaik adalah yang mendatangkan kebaikan dan kesehatan, untuk yang sedang sakit atau tidak fit sebaiknya menunggu kondisi tubuh kembali membaik. Atau bila sangat ingin berolahraga, solusinya dengan gerak badan yang ringan dan terukur. Ingat bukan yang berat," tuturnya.

Adapun pada penderita obesitas, prinsipnya adalah olahraga yang tidak membebani sistem sendi, lutut, atau engkel. Contohnya dengan berolahraga renang dan sepeda statis terukur, ditambah dengan asupan nutrisi yang tepat dan latihan rutin minimal 30-60 menit per hari.

"Secara bertahap, target berikutnya dapat ditentukan. Dengan peningkatan jenis olahraga yang dilakukan. Di masa pandemi seperti ini berolahraga idealnya menggunakan masker sebagai Prokes Covid-19, namun karena kebutuhan tubuh akan asupan oksigen meningkat pada saat berolahraga, kita harus membatasi waktu saat bermasker atau tanpa mengggunakan masker," terangnya.

"Juga harus memastikan kita berada di area yang tingkat penularannya rendah dan tetap menjaga jarak aman serta menjauhi kerumunan walaupun pro atau kontra tentang hal ini, bisa saya mengerti, " ungkap dr. Carmen.

Hal yang perlu diingat lainnya adalah bahwa metabolisme tubuh setiap orang berbeda saat berolahraga rutin dengan periode waktu yang sama yang berulang. "Karena berbeda, pahamilah untuk target kesehatan tubuh, yaitu Aerobic Exercise dan Cardio Exersice adalah hal yang paling dianjurkan," imbuhnya mengingatkan. 

Dia juga menyampaikan, mengetahui kondisi dan kemampuan diri dan bijak menentukan jenis olahraga yang akan dilakukan merupakan dasar utama. "Rutin berolahraga akan meningkatkan daya tahan tubuh, walau sebentar namun setiap hari lebih baik dari waktu olah tubuh yang lama dan panjang namun seminggu sekali misalnya. Dan tentunya imbangi dengan asupan makanan bergizi, " pungkas dr. Carmen.
(REN)

MOST SEARCH