FITNESS & HEALTH

WHO Merekomendasikan Pemberian 2 Dosis Vaksin Pfizer dalam 21 - 28 Hari

Raka Lestari
Rabu 06 Januari 2021 / 12:43
Jakarta: Pasien covid-19 harus mendapatkan dua dosis vaksin Pfizer / BioNTech baru dalam jangka waktu 21-28 hari, menurut rekomendasi World Health Organization (WHO).  

Dan memang saat ini ada banyak negara yang berharap bahwa dengan adanya vaksin, bisa menghentikan penyebaran covid-19.

Dengan meningkatnya permintaan vaksin, WHO melakukan pemeriksaan bagaimana agar suntikan vaksin bisa digunakan secara efektif. 

"Kami mempertimbangkan dan mengeluarkan rekomendasi berikut: 2 dosis vaksin (Pfizer) ini dalam 21-28 hari," kata Alejandro Cravioto, ketua Kelompok Penasihat Strategis WHO untuk Ahli Imunisasi (WHO Strategic Advisory Group of Experts on Immunization/SAGE) seperti dilansir dari Uk.reuters.

"SAGE membuat ketentuan bagi negara-negara dalam keadaan luar biasa yang mengalami kendala pasokan vaksin (Pfizer) untuk menunda pemberian dosis kedua selama beberapa minggu untuk memaksimalkan jumlah orang yang mendapat manfaat dari dosis pertama," kata Cravioto.

Ia juga menambahkan, “Saya pikir kita harus lebih terbuka terhadap keputusan yang diambil oleh suatu negara berdasarkan pada situasi epidemiologi setiap negara,” ujar Cravioto. Menurut Reuters lebih dari 85 juta orang telah dilaporkan terinfeksi oleh virus korona baru secara global dan sekitar 1,85 juta telah meninggal. 

Eksekutif SAGE, Joachim Hombach, mengatakan bahwa memberi jarak antara dua Pfizer masih bisa diterima dengan kondisi tertentu, jika suatu negara memang tidak bisa memenuhi rekomendasi pemberian jarak 21 – 28 hari dari dosis pertama ke dosis kedua.

"IHSG, badan rekomendasi Inggris, telah memberikan lebih banyak fleksibilitas hingga 12 minggu dengan mempertimbangkan keadaan khusus yang sedang dihadapi negara tersebut," katanya. 

“Kami sepenuhnya mengakui bahwa negara-negara bisa melihat kebutuhan untuk lebih fleksibel dalam hal administrasi dari dosis kedua,” ujar Hombach.

Mengingat terbatasnya pasokan vaksin saat ini, Cravioto mengatakan SAGE tidak merekomendasikan suntikan Pfizer untuk wisatawan internasional sebagai prioritas kecuali mereka berada dalam kelompok berisiko sangat tinggi, seperti orang tua dan mereka yang sudah memiliki penyakit sebelumnya.
(TIN)

MOST SEARCH