FITNESS & HEALTH

AKB Bikin Frustasi? Marahlah Namun Tetap Praktikal

Kumara Anggita
Minggu 08 November 2020 / 15:07
Jakarta: Ketidakpastian terkait pandemi covid-19 bisa membuat kesehatan mental kita terganggu. Banyak emosi negatif yang sulit untuk dikendalikan. 

Namun perlu kamu ketahui, emosi ini adalah emosi yang wajar muncul di era new normal atau biasa disebut dengan adaptasi kebiasaan baru (AKB). Kamu tidak perlu menyimpannya sendiri, bila ingin marah maka marahlah!

Dikutip dari Healthline, Patricia Thornton, PhD, seorang psikolog berlisensi di New York City mengatakan bahwa saat situasi kamu membuat frustasi, kamu boleh marah. Biarkan diri kamu marah selama 15 menit per hari lalu lanjutkan hidup.

“Jangan menganggapnya sebagai hari kiamat. Lihatlah itu sebagai menemukan normal baru. Tanyakan pada diri kamu, 'Bagaimana saya ingin menjalani hidup saya sekarang dengan kendala-kendala ini?' Dan batasi berbicara dengan keluarga jika mereka mulai marah. Katakan, 'Kita akan bicarakan itu selama 15 menit lalu (lanjutkan kehidupan kamu lagi),’ ”katanya.

Deborah Serani, PsyD, psikolog dan penulis Sometimes When I’m Sad’ setuju dengan Thornton mengingat bahwa berpikir positif saat bencana lebih mudah diucapkan daripada dilakukan.

Ia juga menyarankan kamu untuk menonton berita penting soal pandemi sekali saja sehari agar tetap up-to-date.


akb
(Sebal, stres, kesal dengan kondisi pandemi covid-19? Boleh saja, luangkan untuk emosi kamu beberapa menit kemudian lanjutkan hidup. Foto: Pexels.com)


“Hindari menonton atau membaca berita atau media sosial, di mana fakta dapat menjadi kabur atau bahkan dibesar-besarkan. Ingatkan diri kamu bahwa wabah penyakit menular telah menjadi bagian dari sejarah kita, dan ini pun akan berlalu,” sarannya.

Tak hanya kamu yang harus membatasi ini, anak pun juga perlu melakukan hal yang serupa. Menurutnya berita berlebihan bisa membuat anak kewalahan untuk meprosesnya.  Memperhatikan cara kamu membicarakan covid-19 di sekitar anak-anak juga penting.

Ingat-ingatlah bahwa anak saat ini butuh untuk dirawat, dilindungi, dan dicintai.

“Tips lainnya adalah mendorong anak-anak untuk menggambar, menulis, atau membuat jurnal agar mereka dapat mengungkapkan perasaan mereka. Dan terakhir, menjaga rutinitas anak selalu membantu saat terjadi krisis,” kata Serani.

Dan yang tak kalah penting, terapkan pula 3M saat kamu keluar agar risiko terpapar covid-19 bisa berkurang. Pakailah masker, mencuci tangan, dan menjaga jarak.

Satuan Tugas (Satgas) Penanganan Covid-19 berulang kali menekankan pentingnya peran masyarakat dalam mencegah penyebaran pandemi virus korona lewat disiplin protokol kesehatan. Disiplin memakai masker, menjaga jarak, dan rajin mencuci tangan atau 3M menjadi kunci memutus mata rantai penyebaran virus covid-19.

Pemerintah melalui #satgascovid19 tak bosan-bosannya mengampanyekan #ingatpesanibu. Jangan lupa selalu menerapkan 3M, yakni #pakaimasker, #jagajarak dan #jagajarakhindarikerumunan, serta #cucitangandan #cucitanganpakaisabun.
(TIN)

MOST SEARCH