End Google Analytics -->
FITNESS & HEALTH

3 Berita Terpopuler Gaya: Pedoman Terbaru Covid-19 Hingga Kemenkes Antisipasi Cegah Keracunan 'Chibul'

Yatin Suleha
Rabu 18 Januari 2023 / 06:05
Jakarta: Kasus covid-19 terus meningkat di beberapa negara di dunia. Ketakutan bahwa gelombang lain dari penyakit coronavirus mungkin menyerang orang masih meningkat. Di tengah peningkatan kasus virus korona, Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) telah mengeluarkan pedoman baru untuk mengendalikan lonjakan kematian tersebut.

Pasalnya, varian baru covid-19 terus memanipulasi grafik kesehatan di seluruh dunia, WHO telah meminta orang untuk terus memakai masker dan menggunakan dosis penguat vaksin untuk mengendalikan lonjakan tersebut. Otoritas kesehatan juga telah memperbarui pedoman covid-19. 

Dinukil dari HealthShots salah satunya WHO tetap merekomendasikan masyarakat untuk mengenakan masker dalam situasi tertentu. Pasalnya, walaupun terjadi epidemi lokal penyebaran covid-19 terjadi secara global. Berikut ini, Medcom.id/gaya merangkum berita menarik yang terjadi sepanjang Selasa, 17 Januari 2023:
 

1. WHO Perbarui Pedoman Covid-19, Mulai dari Masa Isolasi Mandiri hingga Pemakaian Masker


Pedoman terbaru covid-19 dari WHO juga termasuk masa isolasi pasien covid-19. Masa isolasi pasien covid-19 dikurangi. Sementara orang yang terinfeksi diminta untuk tinggal dalam isolasi lebih lama, otoritas kesehatan dunia telah mengurangi periode isolasi. Pasien covid-19 yang menunjukkan gejala harus mengisolasi diri setidaknya selama 10 hari sejak mulai mengalami gejala.

Orang yang terinfeksi penyakit hanya perlu diisolasi selama 10 hari, mereka harus dalam pengawasan selama tiga hari lagi.



Selengkapnya klik di sini
 

2. Menarik! Ibu Penderita HIV juga Bisa Punya Anak Sehat, Ini Rahasianya


Banyak sekali stigma yang menyatakan bahwa ibu yang mengidap HIV akan menularkan virus HIV pada suami dan menurunkan ke anaknya. Padahal hal tersebut tidak sepenuhnya benar, karena ODHIV dengan viral-load yang rendah, maka risiko penularannya pun sangat rendah.

Ketika ODHIV rutin pengobatan ARV, dan mereka memiliki viral load yang tidak terdeteksi, risiko penularan HIV ke bayinya hanya 0,1 persen (atau 1 dari 1000). Seperti halnya Sari (44 tahun), seorang ibu ODHIV yang memiliki suami non-HIV dan berhasil melahirkan anak non-HIV pula.

Sari menceritakan bahwa dirinya sudah rutin pengobatan ARV sejak 2005 dan menikah pada 2008 hingga memutuskan untuk program hamil pada 2010. Walaupun sudah banyak pengetahuan tentang HIV dan kehamilan, tetapi Sari juga mengalami kendala pada mentalnya.



Selengkapnya klik di sini
 

3. Kemenkes Siapkan Beberapa Langkah Antisipasi Cegah Keracunan 'Chibul'


Diketahui puluhan anak-anak di Ponorogo, Tasikmalaya dan Jakarta mengalami keracunan pangan usai menyantap jajanan berasap atau ciki ngebul akhir-akhir ini.

Kementerian Kesehatan Republik Indonesia mencatat, sejak kasus pertama ditemukan pada Juni 2022 hingga 12 Januari 2023, ada 25 anak dilaporkan mengalami keracunan pangan akibat mengonsumsi ciki ngebul (chibul). 

Sebanyak 10 anak bergejala, sementara sisanya tidak bergejala. Mayoritas pasien sudah sembuh dan telah beraktivitas seperti sedia kala.

“Kebanyakan gejalanya ringan, seperti mual, muntah, pusing dan sakit perut,” kata Direktur Penyehatan Lingkungan, dr. Anas Ma’ruf, MKM dalam Konferensi Pers “Kewaspadaan Nitrogen Cair Pada Pangan Siap Saji” di YouTube Kementerian Kesehatan beberapa waktu lalu.



Selengkapnya klik di sini
(TIN)

MOST SEARCH