FITNESS & HEALTH

Kembali Terinfeksi Covid-19, Pria Asal AS Alami Gejala yang Lebih Parah

Sandra Odilifia
Kamis 15 Oktober 2020 / 18:52
Jakarta: Sekelompok dokter dan peneliti dari Universitas Nevada menemukan bahwa infeksi virus korona yang pertama mungkin tidak dapat melindungi orang dari infeksi ulang, yang berarti seseorang dapat terinfeksi kembali oleh covid-19. Hal ini tentunya menambah kekhawatiran di tengah masyarakat.

Para peneliti memelajari kasus seorang pria berusia 25 tahun dari daerah Washoe di Nevada yang menderita covid-19 dua kali tahun ini.

Pria itu pertama kali didiagnosis dengan SARS-Cov-2 di acara pengujian komunitas pada pertengahan April dan telah mengembangkan gejala pada 25 Maret. Setelah dites positif virus korona pada 18 April, pria itu melihat gejalanya mereda pada 25 April.

Tetapi pada 28 Mei, pria itu dirawat lagi di rumah sakit di Nevada setelah mengalami gejala seperti demam, sakit kepala, diare, mual dan batuk. Dia dinyatakan positif covid-19 pada 5 Juni dan didiagnosis dengan oksigen darah rendah atau hipoksia.

Hipoksia yang parah membuat para peneliti menunjukkan bahwa gejalanya lebih parah daripada infeksi pertama.

Setelah pemulihan, pria itu dibebaskan dari rumah sakit tetapi para peneliti mengatakan, berdasarkan 'analisis genom' yang berbeda dan tingkat keparahan gejala, infeksi kedua rupanya berpengaruh lebih besar dibandingkan dengan yang pertama.

Para peneliti menyoroti bahwa mereka mungkin telah menemukan kasus yang merupakan "kasus infeksi terus menerus yang memerlukan penonaktifan dan pengaktifan kembali".

Peneliti percaya bahwa dalam kasus ini pria tersebut terinfeksi dua jenis Sars-Cov-2 yang berbeda.

Dr Mark Pandori, salah satu peneliti saat berbicara dengan JournalPioneer berkata, "Kami belum tentu memiliki sistem yang dirancang dengan baik untuk menemukan kasus infeksi ulang. Itu mungkin, sangat jarang. Tapi bisa jadi, tidak jarang seperti yang kita pikirkan. Kami hanya membutuhkan sistem pengawasan yang lebih baik untuk itu."

Pandori juga menyoroti bahwa orang yang pernah menderita covid-19 harus terus mengikuti semua tindakan pencegahan seperti yang mereka lakukan sebelumnya untuk mencegah infeksi.

"Orang yang pernah terjangkit covid-19 harus berperilaku dan diperlakukan seolah-olah mereka tidak terkena virus, karena sekarang kami tahu, mungkin seseorang dapat terinfeksi kembali dan infeksi tersebut menyebabkan penyakit yang signifikan," tambahnya.

Beberapa kasus infeksi ulang telah dilaporkan di seluruh dunia. Kasus infeksi ulang telah dilaporkan dari Mumbai dan Ahmedabad, India.

Infeksi ulang juga dilaporkan dari Hong Kong, Ekuador, Belanda dan Belgia. Peneliti mengatakan bahwa kasus di Ekuador telah menunjukkan beberapa kesamaan dengan kasus pria Nevada.

Infeksi ulang tetap menjadi masalah penting yang harus ditangani oleh pemerintah karena negara-negara di Uni Eropa, beberapa di antaranya telah menangani gelombang pertama virus korona lebih baik daripada yang lain, tentunya dengan melihat lonjakan infeksi.
(TIN)

MOST SEARCH