FITNESS & HEALTH

Pentingnya Sosialisasi Berskala Nasional untuk Membantu Permasalahan Kanker

Kumara Anggita
Minggu 25 Oktober 2020 / 13:00
Jakarta: Untuk mempermudah pengobatan kanker, masyarakat baiknya memiliki pemahaman yang tepat. Program edukasi dan sosialisasi berskala nasional bisa menjadi salah satu jalan untuk meningkatkan pemahaman ini.

"Informasi mengenai penyakit kanker saat ini masih sangat minim. Padahal dukungan orang-orang di sekitar penderita kanker sangat penting dalam proses pengobatannya," kata Wakil Ketua MPR RI, Lestari Moerdijat dalam acara Cyber Teaching bertema Determinan Sosial Stres dan Kesehatan Masyarakat (Kisah Koping Stres Penyintas Kanker), yang diselenggarakan Departemen Promosi Kesehatan dan Ilmu Perilaku, Fakultas Kesehatan Masyarakat, Universitas Airlangga.

Menurut Rerie sapaannya, minimnya informasi tentang kanker menyebabkan masyarakat sering kali terlambat dalam mengantisipasi gejala.

Dengan melakukan langkah sosialisasi berskala nasional, pemahaman masyarakat tentang penyakit kanker diharapkan dapat ditingkatkan.

Kisah sukses sosialisasi program Keluarga Berencana di masa lalu, menurut Rerie, bisa menjadi acuan dalam mensosialisasikan berbagai hal tentang penyakit kanker.
 

Pentingnya pemahaman orang sekitar tentang kanker 


Mengutip data Media Research Center 2020, saat ini, hanya 44 persen perempuan yang memeriksakan sendiri sejak dini payudaranya untuk menghindari terkena kanker.

Menurutnyanya ketidakpahaman masyarakat membuat situasi semakim buruk. Sering kali penderita kanker dianggap terkena kutukan sehingga harus dijauhi.

"Karena tidak paham, keluarga penderita kanker juga kerap tidak memberikan dukungan yang tepat," ujarnya.

Pada kondisi seperti ini, kalangan perguruan tinggi bisa ikut serta dalam membuat konten dan strategi sosialisasi untuk meningkatkan pemahaman masyarakat soal penyakit kanker.

Kalangan akademisi, menurut Rerie, juga harus aktif memberi masukan kepada para pemangku kepentingan, sehingga kebijakan yang dihasilkan pemerintah mampu mendorong peningkatan pemahaman masyarakat soal kanker.

Tak hanya itu, Rerie menilai, keikutsertaan volunteer yang beranggotakan para penyintas kanker dalam pendampingan juga sangat penting.

"Penderita kanker itu tidak hanya menderita karena kanker, tetapi juga mengalami tekanan psikologis dan sosial sebagai dampak dari proses pengobatan," ungkap Rerie, yang juga penyintas kanker payudara Her-2 positif itu. Pendampingan akan membantu untuk menekan dampak sosial dan psikologis yang dialaminya.
(TIN)

MOST SEARCH