FITNESS & HEALTH

Kenali Tanda-tanda Gula Darah Tinggi atau Hiperglikemia

Raka Lestari
Rabu 11 November 2020 / 20:50
Jakarta: Gula darah tinggi (hiperglikemia) dapat memengaruhi orang yang memiliki diabetes. Beberapa faktor dapat menyebabkan hiperglikemia pada penderita diabetes, termasuk pilihan makanan dan aktivitas fisik, penyakit, obat nondiabetes, atau melewatkan atau tidak minum obat penurun glukosa yang cukup.

Penting untuk menangani hiperglikemia, karena jika tidak ditangani, hiperglikemia dapat menjadi parah dan menyebabkan komplikasi serius yang memerlukan perawatan darurat, seperti koma diabetes. Dalam jangka panjang, hiperglikemia persisten, bahkan jika tidak parah, dapat menyebabkan komplikasi yang memengaruhi mata, ginjal, saraf, dan jantung.

Dilansir dari Mayo Clinic, hiperglikemia tidak menimbulkan gejala sampai nilai glukosa meningkat secara signifikan. Biasanya di atas 180 hingga 200 miligram per desiliter (mg / dL), atau 10 hingga 11,1 milimol per liter (mmol / L).

Gejala hiperglikemia berkembang perlahan selama beberapa hari atau minggu. Semakin lama kadar gula darah tetap tinggi, semakin serius gejalanya.

Namun, beberapa orang yang sudah lama menderita diabetes tipe 2 mungkin tidak menunjukkan gejala apa pun, meski kadar gula darahnya meningkat.
 

Tanda awal dan gejala


Mengenali tanda dan gejala awal hiperglikemia dapat membantu kamu menangani kondisi tersebut dengan segera. Berikut yang harus diperhatikan:

- Sering buang air kecil
- Sering haus
- Penglihatan buram
- Kelelahan
- Sakit kepala
- Tanda dan gejala lanjutan

Jika hiperglikemia tidak diobati, ini dapat menyebabkan asam toksik (keton) menumpuk dalam darah dan urine (ketoasidosis). Tanda dan gejalanya meliputi:

- Nafas berbau buah
- Mual dan muntah
- Sesak napas
- Mulut kering
- Kelemahan
- Kebingungan
- Koma
- Sakit perut
(FIR)

MOST SEARCH