FITNESS & HEALTH

AVI Sebut Masyarakat Perlu Informasi Akurat tentang Produk Tembakau Alternatif

Medcom
Sabtu 12 November 2022 / 16:20
Jakarta: Ketua Aliansi Vaper Indonesia (AVI) Johan Sumantri menyebut masih banyak orang belum mengenal produk tembakau alternatif seperti rokok elektrik, produk tembakau yang dipanaskan, maupun kantong nikotin. Hal itu tak terlepas dari persepsi keliru mengenai produk tembakau alternatif yang tidak berlandaskan hasil kajian ilmiah.

"Karena banyak ketidaktahuan akan informasi tersebut, masyarakat banyak yang menganggap bahwa produk tembakau alternatif memiliki bahaya yang sama dengan rokok, padahal faktanya tidak. Oleh karena itu, diperlukan sosialisasi tentang informasi yang akurat mengenai produk tembakau alternatif," kata Johan.

Menurut Johan, berdasarkan hasil kajian yang dilakukan Universitas Padjadjaran berjudul "Effectiveness and Safety Profile of Alternative Tobacco and Nicotine Products for Smoking Reduction and Cessation: A Systematic Review" yang dipublikasikan di Journal of Multidisciplinary Healthcare menyimpulkan bahwa penggunaan produk tembakau alternatif umumnya berpotensi mengurangi kebiasaan merokok.

"Berdasarkan berbagai hasil kajian ilmiah tersebut, maka produk tembakau alternatif, termasuk rokok elektrik, memilki risiko yang lebih rendah daripada rokok. Selain itu, tidak ada juga istilah 'second-hand smoke' yang dihasilkan oleh produk ini,” jelas Johan.

Dengan fakta tersebut, Johan menganggap masyarakat perlu mendapatkan informasi akurat mengenai produk tembakau alternatif yang berdasarkan hasil kajian ilmiah. Informasi tersebut dinilai dapat mengubah mispersepsi yang selama ini beredar.

“Semua orang berhak tahu tentang fakta dari sebuah produk, apapun itu, termasuk produk tembakau alternatif," ucapnya.

"Jika perokok dewasa memiliki akses dan informasi yang akurat terhadap produk tembakau alternatif, maka semakin banyak perokok dewasa yang dapat memanfaatkan produk ini untuk memenuhi kebutuhan nikotin mereka dengan risiko yang lebih rendah," lanjut dia.

Hal serupa disampaikan Ketua Asosiasi Konsumsi Vape Indonesia (AKVINDO), Paido Siahaan yang mengatakan bahwa hasil kajian ilmiah baik di dalam dan luar negeri telah membuktikan bahwa produk tersebut memiliki risiko yang jauh lebih rendah daripada rokok.

"Jadi, informasi-informasi ini dapat dijadikan acuan bagi perokok dewasa yang sulit untuk berhenti dari kebiasaannya," tutup Paido.




 
(ELG)

MOST SEARCH