FITNESS & HEALTH
Whip Pink No Cap: Dari Senang Sesaat Jadi Lumpuh? Fix Ini Mah Red Flag!
Mia Vale
Minggu 31 Mei 2026 / 12:00
- Kasus pemakaian Whip Pink kembali mencuat.
- Dalam laman resmi BPOM sudah menjelaskan, Whip Pink pada dasarnya hanya berfungsi sebagai tabung gas pendukung dalam proses pembuatan krim kocok.
- Gas tersebut digunakan sebagai pendorong dalam dispenser whipped cream, bukan sebagai produk makanan yang dikonsumsi langsung.
Jakarta: Kasus pemakaian Whip Pink kembali mencuat setelah Selebgram dan Youtuber berinisial ZNM serta RV diduga menyalahgunakan nitrous oxide (N₂O) atau gas tertawa merek Whip Pink.
Seperti kita tahu, gas yang sebenarnya digunakan secara legal dalam bidang medis sebagai anestesi ringan dan dalam industri pangan sebagai propelan pembuat krim kocok, telah merenggut nyawa seorang influencer wanita cantik pada awal tahun 2026.
Tapi ternyata, benda yang mengandung N₂O ini kembali disalahgunakan sebagai sarana mencari sensasi sesaat, terutama di kalangan anak muda.
Dalam laman resmi BPOM sudah menjelaskan, Whip Pink pada dasarnya hanya berfungsi sebagai tabung gas pendukung dalam proses pembuatan krim kocok.
Gas tersebut digunakan sebagai pendorong dalam dispenser whipped cream, bukan sebagai produk makanan yang dikonsumsi langsung. Intinya, dalam industri Pangan, produk ini digunakan sebagai propelan aerosol, pembentukan busa krim dan juga dimanfaatkan sebagai stabilizer tekstur.
Di Indonesia sendiri, N₂O tercatat sebagai bahan tambahan pangan yang diizinkan oleh Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM) untuk keperluan tertentu, khususnya sebagai propelan dalam produk makanan. Dalam dunia medis, N₂O juga digunakan secara terbatas di bawah pengawasan tenaga kesehatan.

(Jika digunakan berulang atau dalam dosis tinggi, efek ini dapat berkembang menjadi kerusakan saraf yang menetap. Foto: Dok. Istimewa)
Sayangnya, legalitas ini sering disalahartikan. Penggunaan N₂O di luar fungsi tersebut, terutama dengan cara dihirup secara langsung untuk tujuan rekreasi, tidak termasuk dalam izin penggunaannya.
Dan kala seseorang menggunakan Whip Pink atau "ngebalon" tanpa indikasi medis dan tanpa pengawasan tenaga kesehatan, menukil penjelasan dr. Ariani Putri Devanti, Sp.N, dari RS Premiere Jatinegara gas ini dapat:
- Mengganggu sistem saraf pusat
- Menurunkan kadar oksigen dalam darah
- Menyebabkan gangguan neurologis serius
Penyalahgunaan gas tertawa ini umumnya dilakukan dengan cara dihirup langsung untuk mendapatkan sensasi ringan di kepala dan euforia sesaat. Nitrous oxide bekerja dengan menekan aktivitas sistem saraf pusat dan menghambat transmisi sinyal saraf.
Jika digunakan berulang atau dalam dosis tinggi, efek ini dapat berkembang menjadi kerusakan saraf yang menetap. Apa saja dampak yang bisa ditimbulkan?
Ingat, hipoksia berulang dapat berujung pada kerusakan fungsi otak permanen, seperti:
- Sel saraf sangat sensitif terhadap kekurangan oksigen
- Kerusakan otak dapat terjadi dalam waktu singkat
- Berisiko menyebabkan penurunan kesadaran hingga henti napas
Kondisi ini dapat berkembang menjadi neuropati kronis jika tidak ditangani. Apa efek yang bisa timbul?
- Kesemutan dan mati rasa pada tangan atau kaki
- Kelemahan otot
- Nyeri saraf
- Gangguan keseimbangan
Berkaitan dengan kasus yang sedang bergulir saat ini, diketahui, YouTuber lain yang ikut diperiksa sebelumnya adalah AM, 29 tahun. Polisi mengatakan ia sempat mengalami kelumpuhan temporer akibat penggunaan Whip Pink tersebut.
Ya, gas ini bisa menyebabkan kelumpuhan sebagian hingga total, karena menghambat penyerapan vitamin B12, yang memicu kerusakan saraf secara progresif.
Kekurangan oksigen (hipoksia) saat menghirupnya juga dapat merusak sel-sel saraf dan otak secara fatal.
Tanpa lapisan mielin yang sehat, saraf tidak dapat menghantarkan sinyal dari otak ke seluruh tubuh dengan baik. Hal ini diawali dengan kesemutan, mati rasa, hilangnya keseimbangan, hingga berujung pada kelumpuhan. Dampak delain kelumpuhan, bisa menimbulkan:
- Kesulitan berjalan
- Gangguan koordinasi tubuh
- Penurunan refleks
- Kelumpuhan
Ingat, Whip Pink dapat menimbulkan kebiasaan dan ketergantungan. Efek “senang” yang dirasakan berlangsung sangat singkat, sehingga pengguna cenderung menghirupnya berulang kali.
Dan dilihat efek jangka panjangnya, pemakaian ini bisa berujung pada kerusakan saraf permanen, gangguan fungsi otak, bahkan kematian.
Cek Berita dan Artikel yang lain di
(TIN)
Seperti kita tahu, gas yang sebenarnya digunakan secara legal dalam bidang medis sebagai anestesi ringan dan dalam industri pangan sebagai propelan pembuat krim kocok, telah merenggut nyawa seorang influencer wanita cantik pada awal tahun 2026.
Tapi ternyata, benda yang mengandung N₂O ini kembali disalahgunakan sebagai sarana mencari sensasi sesaat, terutama di kalangan anak muda.
Dalam laman resmi BPOM sudah menjelaskan, Whip Pink pada dasarnya hanya berfungsi sebagai tabung gas pendukung dalam proses pembuatan krim kocok.
Gas tersebut digunakan sebagai pendorong dalam dispenser whipped cream, bukan sebagai produk makanan yang dikonsumsi langsung. Intinya, dalam industri Pangan, produk ini digunakan sebagai propelan aerosol, pembentukan busa krim dan juga dimanfaatkan sebagai stabilizer tekstur.
Di Indonesia sendiri, N₂O tercatat sebagai bahan tambahan pangan yang diizinkan oleh Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM) untuk keperluan tertentu, khususnya sebagai propelan dalam produk makanan. Dalam dunia medis, N₂O juga digunakan secara terbatas di bawah pengawasan tenaga kesehatan.
Bila digunakan sembarangan

(Jika digunakan berulang atau dalam dosis tinggi, efek ini dapat berkembang menjadi kerusakan saraf yang menetap. Foto: Dok. Istimewa)
Sayangnya, legalitas ini sering disalahartikan. Penggunaan N₂O di luar fungsi tersebut, terutama dengan cara dihirup secara langsung untuk tujuan rekreasi, tidak termasuk dalam izin penggunaannya.
Dan kala seseorang menggunakan Whip Pink atau "ngebalon" tanpa indikasi medis dan tanpa pengawasan tenaga kesehatan, menukil penjelasan dr. Ariani Putri Devanti, Sp.N, dari RS Premiere Jatinegara gas ini dapat:
- Mengganggu sistem saraf pusat
- Menurunkan kadar oksigen dalam darah
- Menyebabkan gangguan neurologis serius
Efek Whip Pink bagi saraf
Penyalahgunaan gas tertawa ini umumnya dilakukan dengan cara dihirup langsung untuk mendapatkan sensasi ringan di kepala dan euforia sesaat. Nitrous oxide bekerja dengan menekan aktivitas sistem saraf pusat dan menghambat transmisi sinyal saraf.
Jika digunakan berulang atau dalam dosis tinggi, efek ini dapat berkembang menjadi kerusakan saraf yang menetap. Apa saja dampak yang bisa ditimbulkan?
Kekurangan oksigen pada otak (hipoksia)
Ingat, hipoksia berulang dapat berujung pada kerusakan fungsi otak permanen, seperti:
- Sel saraf sangat sensitif terhadap kekurangan oksigen
- Kerusakan otak dapat terjadi dalam waktu singkat
- Berisiko menyebabkan penurunan kesadaran hingga henti napas
Kerusakan saraf tepi (neuropati perifer)
Kondisi ini dapat berkembang menjadi neuropati kronis jika tidak ditangani. Apa efek yang bisa timbul?
- Kesemutan dan mati rasa pada tangan atau kaki
- Kelemahan otot
- Nyeri saraf
- Gangguan keseimbangan
Bisa sebabkan kelumpuhan, lho!
Berkaitan dengan kasus yang sedang bergulir saat ini, diketahui, YouTuber lain yang ikut diperiksa sebelumnya adalah AM, 29 tahun. Polisi mengatakan ia sempat mengalami kelumpuhan temporer akibat penggunaan Whip Pink tersebut.
Ya, gas ini bisa menyebabkan kelumpuhan sebagian hingga total, karena menghambat penyerapan vitamin B12, yang memicu kerusakan saraf secara progresif.
Kekurangan oksigen (hipoksia) saat menghirupnya juga dapat merusak sel-sel saraf dan otak secara fatal.
Tanpa lapisan mielin yang sehat, saraf tidak dapat menghantarkan sinyal dari otak ke seluruh tubuh dengan baik. Hal ini diawali dengan kesemutan, mati rasa, hilangnya keseimbangan, hingga berujung pada kelumpuhan. Dampak delain kelumpuhan, bisa menimbulkan:
- Kesulitan berjalan
- Gangguan koordinasi tubuh
- Penurunan refleks
- Kelumpuhan
Ingat, Whip Pink dapat menimbulkan kebiasaan dan ketergantungan. Efek “senang” yang dirasakan berlangsung sangat singkat, sehingga pengguna cenderung menghirupnya berulang kali.
Dan dilihat efek jangka panjangnya, pemakaian ini bisa berujung pada kerusakan saraf permanen, gangguan fungsi otak, bahkan kematian.
Cek Berita dan Artikel yang lain di
Google News
(TIN)