FITNESS & HEALTH

Golden Period dan Cara Pertolongan Pertama Dugaan Anak Patah Tulang

Aulia Putriningtias
Selasa 30 Juni 2026 / 18:00
Ringkasnya gini..
  • Momen anak-anak adalah masa-masa di mana mereka sedang aktif-aktifnya.
  • Namun, orang tua tak sedikit menyepelekan dugaan patah tulang anak dan justru membuat hal ini celaka.
  • Tak banyak orang tua tahu seberapa lama golden period atau waktu emas dalam penanganan patah tulang pada anak.

Jakarta: Momen anak-anak adalah masa-masa di mana mereka sedang aktif-aktifnya. Namun, orang tua tak sedikit menyepelekan dugaan patah tulang anak dan justru membuat hal ini celaka.

Menurut dr. Gabriel Klemens Wienanda, M. Ked(Surg), Sp.OT, AIFO-K, selaku Spesialis Orthopedi Traumatologi Eka Hospital Cibubur, tak banyak orang tua tahu seberapa lama golden period atau waktu emas dalam penanganan patah tulang pada anak.

"Golden period pada anak itu sampai bisa dapat penanganan yang minimal, yang lukanya kecil, yang mudah di-treat untuk beberapa kasus hanya tujuh hari," kata dr. Gabriel dalam temu media bersama Eka Hospital di Jakarta, Senin, 29 Juni 2026.

Ia menambahkan bahwa setelah tujuh hari, biasanya anak tidak terasa sakit lagi. Namun, hal ini justru menjadi lampu merah karena tulangnya sudah menempel. Meskipun kedengarannya baik, tetapi hal ini justru yang menjadi kewaspadaan, apakah tulangnya menempel sempurna, hampir sempurna, atau justru mengganggu anak.

Jadi, sangat penting pertolongan pertama kepada dugaan anak berisiko patah tulang. Hal ini dikarenakan untuk mencegah terjadinya penanganan yang lebih kompleks ke depannya dan mengganggu aktivitas si kecil.

Adapun beberapa cara pertolongan pertama yang bisa orang tua lakukan, antara lain:
 

1. Perhatikan nyeri pada anak

Anak tentu akan merasakan nyeri, meskipun pada anak bayi yang tidak bisa berkomunikasi dengan jelas. Caranya adalah pada bayi, perhatikan apakah menangis terus atau tidak, serta memerhatikan apakah tangisannya normal atau tidak.
 

2. Jangan diurut

Patah tulang tidak boleh diurut sembarangan. Jadi, sebaiknya tidak memberikan pijatan-pijatan kepada luka nyeri pada anak, bahkan pada tukang atau dukun urut sekali pun. Karena ini akan berisiko mengganggu nyeri yang lebih besar dan kompleks.
 

3. Perhatikan luka

Luka pada nyeri anak bisa menjadi tanda besar seperti memar atau biru yang membuat hal ini diperlukan pemeriksaan langsung kepada dokter ahli. Jika sudah curiga, disarankan untuk berkonsultasi langsung kepada spesialis.
 

4. Langsung segera dibawa ke dokter ahli

Jika kamu tidak ingin anak memiliki masalah yang lebih besar terhadap kesehatannya, segera bawa si kecil untuk diperiksakan di dokter ahli. Dokter akan memeriksa lebih dalam terkait luka dugaan patah tulang tersebut.



Jadikan Medcom.id sumber informasi pilihan Anda
(TIN)

MOST SEARCH