FITNESS & HEALTH

Antropolog: Perlu Pendekatan Welas Asih untuk Membahas Rasisme

Kumara Anggita
Senin 09 November 2020 / 07:00
Jakarta: Rasisme masih menjadi permasalahan yang masih kita hadapi saat ini. Tentu ini adalah hal yang menyedihkan yang harus segera kita hentikan. 

Dan salah satu cara yang bisa kita tempuh adalah dengan memberi edukasi pada orang di sekitar. Namun ingat, lakukanlah dengan cara yang tepat. 

Dikutip dari Health, Bahiyyah Maroon, PhD, seorang antropolog dan presiden Lembaga Penelitian Terapan Polis Institute yang berfokus pada Kesetaraan Sosial & Kesetaraan Ras menekan bahwa untuk mengedukasi orang di sekitar kita terkait isu ini, kita perlu untuk mengambil pendekatan yang welas asih.

“Jangan mempraktikkan 'kekerasan emosional'", katanya. Melompat dan langsung menyerang, terutama di media sosial bukanlah ide yang baik.

"Jika keinginan kamu adalah membuat dunia yang lebih adil dan adil di mana orang kulit berwarna diperlakukan secara adil dan setara, maka berpartisipasi dalam kekerasan emosional tidak akan menghasilkan tujuan itu," katanya.

Morgan Mercer, pendiri Vantage Point, sebuah perusahaan yang menggunakan realitas virtual untuk membangun empati dan pada akhirnya memerangi masalah sosial seperti rasisme juga menyarankan pendekatan dialog dari perspektif percakapan, bukan konfrontatif.

Ia bercerita bahwa ia biasanya mengatakan, "'Sudahkah kamu mempertimbangkan ini?' 'Saya ingin tahu dari mana perspektif ini berasal?'” jelasnya.

Jadi, bersabarlah dan gunakanlah cara yang lembut untuk menyampaikan perspektifmu. Maksud yang baik perlu disampaikan dengan cara yang baik pula.
(TIN)

MOST SEARCH