FITNESS & HEALTH

Lansia Harus Aktif dan Bergerak demi Kesehatan Tubuh

Raka Lestari
Rabu 26 Mei 2021 / 18:08
Jakarta: Bertambah tua adalah sesuatu yang pasti, serta bagian normal dari kehidupan. Penuaan memang akan memengaruhi setiap orang secara fisik dan mental.

Meskipun sudah memasuki usia tua, bukan berarti tubuh menjadi tidak aktif seperti saat masih muda. Menjadi aktif meskipun sudah tua adalah suatu keharusan.

Prof. DR. dr. Siti  Setiati, SpPD-KGer, M- Epid, FINASIM, Dokter Penyakit Dalam Sub Spesialis Geriatri FKUI RSCM menjelaskan bahwa, seiring bertambahnya usia memang tak terelakkan terjadi perubahan-perubahan fisik pada lansia.

"Lansia biasanya mengalami setidaknya 5-10 jenis masalah kesehatan. Mulai dari pneumonia, hipertensi, diabetes, stroke, katarak, hingga sarkopenia atau penurunan massa otot. Terlebih lagi paparan radikal bebas juga bisa mempercepat atau memperburuk proses penuaan," ujar Prof. SIti Setiati yang juga Ketua PB Perhimpunan Gerontologi Medik Indonesia (Pergemi).

Selain itu, menurut Prof. Siti juga ada gangguan psikologis seperti demensia, depresi, dan penurunan kapasitas fungsional sampai membutuhkan caregivers. Untuk itu, disarankan agar lansia melakukan pemeriksaan rutin minimal setahun sekali, dan melakukan upaya pencegahan agar penyakitnya tidak semakin parah. Yang paling penting bagi lansia adalah tetap aktif agar kualitas hidup lebih baik.

Selama ini, kebanyakan orang masih berpendapat bahwa bertambahnya usia berarti kesehatan akan menurun, atau bahkan tidak berdaya. Padahal, WHO telah mencetuskan konsep 'activeaging', sebagai proses optimalisasi kesempatan kesehatan, partisipasi, dan keamanan guna meningkatkan kualitas hidup seiring bertambahnya usia.

Artinya kita dapat dan perlu menciptakan lingkungan yang memungkinkan seseorang terus   aktif dan sehat, serta berfungsi dengan optimal secara fisik, sosial, maupun psikologis dalam kehidupannya sehari-hari, sampai berapapun usia mereka.

Proses penuaan terjadi seperti sebuah kurva, pada awal kehidupan tubuh mengalami pertumbuhan pesat hingga mencapai puncaknya. Setelah itu terjadi penurunan kondisi fisik, dimulai dari bagian luar seperti kulit dan wajah, lalu diikuti juga perubahan bagian dalam tubuh, seperti penurunan kerja organ tubuh yang bisa memengaruhi kualitas kesehatan.
(FIR)

MOST SEARCH