FITNESS & HEALTH
Waspada Kanker Retinoblastoma Pada Anak, Kenali Gejala dan Penyebabnya
Putri Purnama Sari
Selasa 21 Februari 2023 / 13:53
Jakarta: Retinoblastoma merupakan kanker mata yang muncul dan berkembang di area retina atau lapisan paling sensitif pada bagian dalam mata.
Retinoblastoma biasanya terjadi pada anak-anak. Retinoblastoma bisa terjadi saat sel-sel saraf pada retina mengalami mutasi, sehingga menyebaban sel terus membelah dan bertambah banyak saat sel yang sehat mati.
Dilansir dari Indonesa Cancer Care Community, kanker mata retinoblastoma menjadi kanker anak yang menduduki peringkat kedua dengan angka kematian paling tinggi sebesar 20-30 persen. Berdasarkan data tersebut, kanker ini paling banyak dialami oleh anak di bawah usia 5 tahun. Tidak hanya dapat menyebabkan kerusakan atau kebutaan pada mata, retinoblastoma juga berisiko menyebabkan kematian.
Menurut Prof dr Rita Sita Sitorus, PhD, SpM(K) selaku dokter spesialis mata anak FKUI-RSCM, Kasus kanker Retinoblastoma menjadi penyakit kanker yang menyebabkan kematian anak nomor 2 di Indonesia setelah Leukimia jika berdasarkan dari data dari Rumah Sakit Cipto Mangunkusumo (RSCM).
Oleh karena itu, penting untuk para orang tua mengetahui penyebab dan gejala kanker Retinoblastoma sedini mungkin, untuk menghindari hal yang tidak diinginkan terjadi pada anak.
Pnyebab terjadinya mutasi genetik pada retinoblastoma belum dapat dipastikan. Namun, sekitar 25% dari kasus retinoblastoma diturunkan dengan pola autosomal dominan. Pada pola ini, gen yang mengalami kelainan diturunkan oleh salah satu orang tua. Pada kasus yang lain, retinoblastoma juga bisa terjadi secara acak (sporadik) dan tidak diturunkan dari orang tua.
Pada mata dengan retinoblastoma, pupil sering terlihat putih atau merah muda. Tanda ini sebenarnya adalah leukokoria, yaitu bercak putih yang muncul saat mata terkena sinar.
Leukokoria merupakan kondisi yang tidak normal, karena seharusnya mata memancarkan warna kemerahan saat disinari cahaya. Leukokoria pada retinoblastoma umumnya akan diikuti oleh gejala dan tanda lain, seperti:
Jangan lupa ikuti update berita lainnya dan follow akun Google News Medcom.id
Cek Berita dan Artikel yang lain di
(SUR)
Retinoblastoma biasanya terjadi pada anak-anak. Retinoblastoma bisa terjadi saat sel-sel saraf pada retina mengalami mutasi, sehingga menyebaban sel terus membelah dan bertambah banyak saat sel yang sehat mati.
Dilansir dari Indonesa Cancer Care Community, kanker mata retinoblastoma menjadi kanker anak yang menduduki peringkat kedua dengan angka kematian paling tinggi sebesar 20-30 persen. Berdasarkan data tersebut, kanker ini paling banyak dialami oleh anak di bawah usia 5 tahun. Tidak hanya dapat menyebabkan kerusakan atau kebutaan pada mata, retinoblastoma juga berisiko menyebabkan kematian.
Menurut Prof dr Rita Sita Sitorus, PhD, SpM(K) selaku dokter spesialis mata anak FKUI-RSCM, Kasus kanker Retinoblastoma menjadi penyakit kanker yang menyebabkan kematian anak nomor 2 di Indonesia setelah Leukimia jika berdasarkan dari data dari Rumah Sakit Cipto Mangunkusumo (RSCM).
Oleh karena itu, penting untuk para orang tua mengetahui penyebab dan gejala kanker Retinoblastoma sedini mungkin, untuk menghindari hal yang tidak diinginkan terjadi pada anak.
Penyebab Retinoblastoma
Dilansir dari alodokter, penyebab retinoblastoma adalah karena adanya perubahan atau mutasi pada gen RB1. Mutasi ini menyebabkan sel-sel retina tumbuh cepat, tidak terendali, dan merusak jaringan di sekitarnya.Pnyebab terjadinya mutasi genetik pada retinoblastoma belum dapat dipastikan. Namun, sekitar 25% dari kasus retinoblastoma diturunkan dengan pola autosomal dominan. Pada pola ini, gen yang mengalami kelainan diturunkan oleh salah satu orang tua. Pada kasus yang lain, retinoblastoma juga bisa terjadi secara acak (sporadik) dan tidak diturunkan dari orang tua.
Gejala Retinoblastoma
Salah satu tanda awal dan khas dari retinoblastoma adalah munculnya “mata kucing”. Biasanya saat kamu menyinari mata anak-anak (atau mengambil gambar flash), pupil (titik gelap di tengah mata) tampak merah karena darah di pembuluh belakang mata.Pada mata dengan retinoblastoma, pupil sering terlihat putih atau merah muda. Tanda ini sebenarnya adalah leukokoria, yaitu bercak putih yang muncul saat mata terkena sinar.
Leukokoria merupakan kondisi yang tidak normal, karena seharusnya mata memancarkan warna kemerahan saat disinari cahaya. Leukokoria pada retinoblastoma umumnya akan diikuti oleh gejala dan tanda lain, seperti:
- Mata juling (strabismus)
- Mata merah
- Mata terasa nyeri
- Mata bengkak
- Pembesaran pada salah satu atau kedua bola mata
- Perubahan warna iris pada mata
- Gangguan penglihatan
Jangan lupa ikuti update berita lainnya dan follow akun Google News Medcom.id
Cek Berita dan Artikel yang lain di
Google News
(SUR)