FITNESS & HEALTH

Awas, 13 Gejala Ini Diduga Jadi Keluhan Hepatitis Misterius di Indonesia

Mia Vale
Rabu 18 Mei 2022 / 18:05
Jakarta: Dalam Konferensi Pers Kementerian Kesehatan, Rabu 18 Mei 2022, dilaporkan per 17 Mei 2022 ada 27 kasus hepatitis akut di Indonesia.

Yakni terdiri dari satu kasus bersifat probable, 13 bersifat pending classification, dan 13 kasus discarded atau disisihkan. Hal ini dilaporkan oleh dr. Mohammad Syahril Sp.P, MPH, selaku Direktur Utama RSPI Sulianti Saroso.

Dari sekian kasus yang ada, gejala yang paling banyak dikeluhkan adalah demam dan hilangnya nafsu makan, bukan kuning. "Untuk jaundice-nya (kuning) di Indonesia cuma sedikit. Padahal itu adalah gejala yang paling khas dari hepatitis akut," kata Syaril selaku juru bicara Kemenkes. 


gejala hepatitis akut
(Gejala demam umum dikeluhkan pasien yang diduga terkena hepatitis akut. oto: Ilustrasi/Pexels.com)


Selain demam dan kehilangan nafsu makan, dr. Syahril juga memaparkan beberapa gejala yang umumnya dikeluhkan pasien yang diduga hepatitis akut, seperti: 

- Demam 78,6 persen
- Hilang nafsu makan 78,6 persen
- Muntah 71,4 persen
- Mual 64,3 persen
- Jaundice atau kuning 57,1 persen
- Perubahan warna urine (teh) 50,0 persen
- Nyeri di bagian perut 50,0 persen
- Diare akut 42,9 persen
- Malaise/lethargy 35,7 persen
- Arthralgia/myalgia 28,6 persen
- Sesak napas 28,6 persen
- Perubahan warna feses (pucat) 21,4 persen
- Gatal 7,1 persen

Tak hanya itu, Syahril menuturkan sementara ini, baik di Indonesia maupun di luar negeri belum ada kasus yang resmi berstatus konfirmasi. Dalam penetapan status itu, semua negara masih menunggu keputusan Badan Kesehatan Dunia (WHO). 

Belum ditemukan patogen yang spesifik dan di luar negeri pun belum menyebutkan penyebab patogen apa ang menjadi penyebab hepatitits misterius ini. 

Kementerian Kesehatan (Kemenkes) telah menunjuk laboratorium nasional di Badan Kebijakan Pembangunan Kesehatan (BKPK) untuk menerima seluruh rujukan sampel untuk pasien-pasien yang diduga hepatitis.

“Di laboratorium nasional ini telah dipersiapkam ketersediaan reagen atau KITnya untuk deteksi hepatitis, baik reagen metagenomik atau WGS maupun reagen PCR, baik panel respiratori maupun gastrointestinal,” tutur dr. Syahril.

(TIN)

MOST SEARCH