FITNESS & HEALTH

Terapi Biru: Tingkatkan Kesehatan Mental dengan Menikmati Alam Bebas

Mia Vale
Minggu 11 September 2022 / 11:00
Jakarta: Hamparan air nan biru, deburan pasir yang berkilauan, deru ombak menerpa karang, gerakan air yang mengalir menyentuh jemari kaki. Menghabiskan waktu sekaligus menikmati pemandangan alami yang menyajikan hamparan air ternyata memiliki banyak manfaat bagi kesehatan dan kesejahteraan psikologis.

Sebagaimana dinukil dari Lifestyle Asia, sebuah studi baru telah menyatakan bahwa menghabiskan berkisar dua jam di alam bebas setiap minggunya memiliki manfaat besar untuk kesejahteraan fisik dan mental.

Ini dapat sangat bermanfaat bagi kesejahteraan fisik dan mental. Praktik kenikmati nuansa alam ini pun diberi nama, 'terapi biru'.

Namun, bila seseorang sulit untuk menikmati nuansa alam dengan kebiruan yang cerah, alam bernuansa hijau seperti perkebunan atau pegunungan pun sama manfaatnya. Menghabiskan waktu di nuansa kehijauan lebih mudah diakses untuk daerah perkotaan. 

Tapi memang, waktu yang dihabiskan di dekat ruang biru sebenarnya dapat meningkatkan kesehatan secara lebih efisien, di mana warna biru juga memiliki kesan menenangkan.


(Faktanya, orang yang tinggal di dekat perairan utama (dalam jarak satu kilometer) sering kali memiliki kesehatan fisik dan mental yang lebih baik, kata para peneliti yang bekerja di Blue Health Project. Foto: Ilustrasi/Pexels.com)
 

Manfaat fisik terapi biru


Pada prinsipnya, terapi biru ini sudah diterapkan sejak lama. Misal, pada zaman seniman Vincen Van Gogh di Prancis. Adapun manfaat berada di dekat air muncul dengan cepat saat merenungkan lanskap.

Di tepi laut, udara yang kita hirup bermuatan ion negatif. Molekul-molekul ini diyakini memiliki efek positif pada kadar serotonin dan dengan demikian meningkatkan suasana hati kita.

Selain itu, udara di sekitar laut sering kali lebih murni, berkat kehadiran mikroalga. Hanya suara alam, seperti suara air yang mengalir, menurunkan stres, menurut sebuah penelitian yang diterbitkan pada tahun 2021. 

Selain itu, berjalan di sepanjang kolam meningkatkan kesejahteraan dan suasana hati, dan efeknya dapat terlihat setelah berjalan secara kontras.

Lalu faktanya, orang yang tinggal di dekat perairan utama (dalam jarak satu kilometer) sering kali memiliki kesehatan fisik dan mental yang lebih baik, kata para peneliti yang bekerja di Blue Health Project, sebuah studi tentang manfaat kesehatan dari lingkungan dekat air.

Menurut publikasi New Scientist, tim menemukan bahwa dibandingkan dengan penghijauan seperti hutan dan taman, alam bernuansa air lebih berdampak pada kesejahteraan fisik dan mental. 

Tinggal di daerah yang dekat dengan danau atau di tepi laut juga memungkinkan akses ke fasilitas untuk aktivitas fisik dan menciptakan ikatan sosial. 

(TIN)

MOST SEARCH