FAMILY

Cakupan Imunisasi Rendah, Pemerintah Gelar BIAN

Mia Vale
Rabu 29 Juni 2022 / 20:29
Jakarta: Ternyata, adanya pandemi covid-19 sejak 2019 telah membawa dampak tersendiri bagi kehidupan bayi di Indonesia. Ya, berkisar lebih dari 1,7 juta bayi yang belum mendapatkan imunisasi dasar selama periode 2019-2021. Selama 2 tahun terakhir cakupan imunisasi dasar lengkap pada bayi turun drastis.

"Penurunan ini dapat terlihat dari adanya peningkatan jumlah kasus penyakit-penyakit yang dapat dicegah dengan imunisasi atau PD3I dan terjadinya kejadian luar biasa (KLB) seperti campak, rubela dan difteri di beberapa wilayah," ungkap Dirjen Pencegahan dan Pengendalian Penyakit Kemenkes dr. Maxi Rein Rondonuwu.

Sementara itu, anggota Satgas Imunisasi Ikatan Dokter Anak Indonesia (IDAI) Prof. Dr. dr. Soedjatmiko, SpA (K), M.Si mengatakan setiap tahun ada ancaman campak rubella dan difteri sejak tahun 2007 sampai 2022. Ia menyebut di tahun 2021 ada 25 provinsi dengan kasus rubela meningkat.


(Imunisasi dasar pada anak sangat penting dilakukan untuk memperkuat sistem pertahanan tubuh sehingga kebal terhadap serangan kuman penyakit. Foto: Ilustrasi/Pexels.com)


Untuk bayi, balita, dan anak sekolah, campak boleh dibilang berbahaya. Bukan sekadar demam, batuk, pilek, sesak, bintik merah tapi ada radang otak. tahun 2012 sampai 2017 ada 571 bayi dengan kasus radang otak.

“Ada juga kasus radang paru atau pneumonia sejak 2012 sampai 2017 dengan jumlah 2.853 bayi dan anak yang mengalami radang paru akibat campak,” ucap Prof. Soedjatmiko. Dan untuk itu, pemerintah menggelar Bulan Imunisasi Anak Nasional (BIAN), yang terdiri dari dua kegiatan layanan imunisasi.

Pertama, layanan imunisasi tambahan berupa pemberian satu dosis imunisasi campak dan rubela tanpa memandang status imunisasi sebelumnya. Kedua, layanan imunisasi kejar, berupa pemberian satu atau lebih jenis imunisasi untuk melengkapi status imunisasi dasar maupun lanjutan bagi anak yang belum menerima dosis vaksin sesuai usia.

Imunisasi pertama sudah diberikan pada bulan Mei 2022. Dan sekarang, imunisasi tahap dua yang dilaksanakan mulai Agustus 2022 di Provinsi Jawa dan Bali.

Untuk imunisasi campak rubella menyasar usia 9 sampai 59 bulan, dan imunisasi kejar diberikan pada anak usia 12 sampai 59 bulan yang tidak lengkap imunisasi OPV, IPV,  dan DPT-HB-Hib.

(TIN)

MOST SEARCH