End Google Analytics -->
FITNESS & HEALTH

Belum Ada Obatnya! Yuk, Cegah Lumpuh Layu pada Bayi dengan Vaksinasi Polio

Mia Vale
Kamis 19 Januari 2023 / 19:08
Jakarta: Indonesia belum bebas polio. Pasalnya Dinas Kesehatan Aceh mengatakan bahwa di Kabupaten Aceh Tenggara, seorang bayi usia empat bulan diduga menderita polio atau lumpuh layu. Dan pihak Dinkes setempat sudah mengirimkan sampelnya ke laboraturium di Jakarta, dan sedang menunggu verifikasi hasil.

"Jadi memang belum bisa berjalan, tapi ada kelemahan anggota gerak,” tegas Kepala Bidang Pencegahan dan Pengendalian Penyakit (P2P) Dinas Kesehatan Aceh Iman Murahman di Banda Aceh. 

Sampai sejauh ini, Dinkes Aceh mencatat lima kasus lumpuh layu, yang berasal dari wilayah Mane, Kabupaten Pidie. Pasien kasus pertama masih terus berupaya mengoptimalkan anggota gerak melalui terapi, sedangkan empat kasus lain tidak memiliki gejala apapun.
 

Kelumpuhan bagian tubuh


Nah, menilik dari kasus di Aceh Tenggara, sudah pernahkah kamu mendengar tentang lumpuh layu? Ini merupakan salah satu gejala polio yang bisa terjadi akibat tidak mendapat vaksinasi lengkap. 

Acute flaccid paralysis atau lumpuh layu adalah kondisi saat seseorang mengalami kelumpuhan pada bagian tubuh tertentu, seperti otot pernapasan atau anggota gerak, termasuk kaki atau tangan.

Pada prinsipnya lumpuh layu akibat polio bisa dialami oleh siapa saja. Namun begitu, penyakit ini lebih berisiko dialami oleh anak-anak berusia dia bwah 15 tahun. 

Utamanya anak-anak yang tidak mendapatkan imunisasi polio lengkap atau mengalami kelemahan sistem imum. Perlu diingat, infeksi virus polio bisa menyebabkan kerusakan saraf pada sumsum tulang belakang.


(Gejala awal polio adalah demam, kelelahan, sakit kepala, muntah, kekakuan di leher, dan nyeri pada anggota badan. Foto: Ilustrasi/Dok. Unsplash.com)
 

Mulai demam sampai kaku leher


Melansir dari Alodokter, gejala polio umumnya muncul 3 sampai 6 hari setelah penderita terinfeksi virus polio, dan kelumpuhan bisa terjadi dalam waktu 7 sampai 21 hari setelah terinfeksi. 

Bahkan lebanyakan orang terinfeksi (90 persen) tidak memiliki gejala atau gejala yang sangat ringan dan biasanya tidak dikenali. Namun begitu, tidak semua orang yang terinfeksi virus polio akan mengalami lumpuh layu. 

Sebagian orang yang terinfeksi mungkin hanya merasakan gejala ringan yang mirip dengan infeksi lain yang tidak spesifik, seperti demam, kelelahan, sakit kepala, muntah, kaku di leher, atau nyeri pada tungkai. 

Dan pada beberapa anak yang belum mendapatkan vaksinasi lengkap atau mengalami kelemahan sistem imum, infeksi virus polio bisa menyebabkan kerusakan saraf pada sumsum tulang belakang.
 

Makanan dan minuman terkontaminasi


Tak hanya sebabkan kelimpuhan, polio juga menular. Seperti yang dipaparkan oleh laman resmi Infeksi Emerging Kemenkes RI, polio menyebar melalui kontak orang ke orang. Artinya, ketika seorang anak terinfeksi virus polio liar, virus masuk ke dalam tubuh melalui mulut dan berkembang biak di usus. 

Polio dapat menyebar ketika makanan atau minuman terkontaminasi oleh feses. Ada juga bukti bahwa lalat dapat secara pasif memindahkan virus polio dari feses ke makanan. Tapi, ada pula orang-orang tanpa gejala di mana membawa virus dalam usus mereka dan diam-diam menyebarkan infeksi ke ribuan orang lain.
 

Lumpuh layu bisa dicegah, kok!


Sampai saat ini, belum ada pengobatan yang bisa menyembuhkan polio. Itulah mengapa perlu tindakan pencegahan dengan vaksinasi polio sesuai jadwal. Hal ini bertujuan untuk mencegah seseorang, utamanya anak terinfeksi virus polio dan menurunkan risiko terjadinya lumpuh layu akibat polio.

Ingat, polio rentan dialami oleh anak-anak yang sistem kekebalan tubuhnya masih belum sempurna atau orang yang belum mendapatkan vaksin polio. Hal ini karena, mereka tidak memiliki daya tahan tubuh atau antibodi yang dapat melawan virus polio.

Di Indonesia sendiri, seorang anak wajib mendapat empat kali vaksinasi polio yang dilakukan tiap bulan, mulai baru lahir sampai usia empat bulan. Dan booster satu kali pada usia 18 tahun. Selain vaksinasi, menjaga kebersihan rumah dan lingkungan juga perlu. Biasakan diri untuk selalu mencuci tangan sebelum dan sesudah makan. 

Satu lagi, pencegahan penularan ke orang lain melalui kontak langsung (droplet) dengan memakai masker bagi yang sakit maupun yang sehat.
(TIN)

MOST SEARCH