FITNESS & HEALTH

Kehadiran Hotel untuk Isolasi Mandiri dan Pengaruhnya terhadap Wisma Atlet

Kumara Anggita
Rabu 07 Oktober 2020 / 12:55
Jakarta: Saat ini beberapa hotel untuk isolasi mandiri pasien covid-19 tanpa gejala telah dibuka. Hal ini sedikit memberikan napas lega pada wisma atlet.

Menurut Mayjen TNI Dr. dr. Tugas Ratmono, Sp.S., M.A.R.S, Koordinator Rumah Sakit Darurat Covid-19 Wisma Atlet Kemayoran, kebijakan ini adalah salah satu cara untuk melindungi para tenaga medis di wisma atlet sendiri.

Pembukaan hotel isolasi mandiri, menurutnya, bukti bahwa kerja yang berisnergi sudah berjalan. Inilah hal yang diperlukan dalam masa-masa genting seperti saat ini.

“Yang paling penting, sesuai dengan ulang tahun TNI saat ini, sinergi untuk negeri. Saya kira ini lah satu sinergi dari penanganan Covid-19 ya," ujar dr. Tubagus dalam Live BNPB Indonesia dengan judul Pembukaan Hotel Isolasi Mandiri dan Pengaruhnya Terhadap Wisma Atlet.

"Yang tadinya kita siapkan untuk flat isolasi mandiri si Wisma Atlet (paling banyak di sana) saat ini sudah mulai disiapkan isolasi mandiri di hotel-hotel baik bintang dua maupun bintang tiga disiapkan pemerintah. Inilah bentuk dari sinergitas,” paparnya.

Dr. Tubagus percaya, kebijakan ini akan memberikan pengaruh pada wisma atlet. Bila perawatan Covid-19 bisa lebih membesar, maka tenaga kesehatan di wisma atlet beban kerjanya akan berkurang.

“Kalau lihat pengaruhnya, tadinya isolasi mandiri berpengaruh. Tadinya masuk ke kemayoran, wisma atlet, mungkin sekarang juga masuk ke hotel-hotel. Tentunya ada pengaruh jumlah penurunan pasien yang sangat mungkin,” ujar Dr. Tubagus.

“Dan yang paling penting ini justru memberikan pemerataan. Jumlah yang menurun (masuknya pasien di Wisma Atlet) akan mengurangi beban dokter dan perawat. Ini adalah hal baik yang perlu kita apresiasi. Ini gambaran perlindungan juga terhadap tenaga kesehatan,” tukasnya.
(FIR)

MOST SEARCH