FITNESS & HEALTH

Apakah Cegukan Gejala Baru Covid-19? Bagaimana Cara Mengatasinya?

Raka Lestari
Rabu 06 Januari 2021 / 13:25
Jakarta: Ada banyak gejala covid-19 yang sampai sekarang masih terus berkembang. Dan baru-baru ini, beberapa studi kasus menunjukkan bahwa cegukan yang terus-menerus mungkin merupakan manifestasi covid-19 yang jarang dan tidak biasa.

Berdasarkan sebuah penelitian, sangat mungkin bahwa cegukan merupakan gejala yang jarang dari covid-19. Dikutip dari Healthline, pada sebuah studi terbaru di tahun 2020 seorang pria berusia 64 tahun mengalami cegukan terus-menerus sebagai satu-satunya gejala covid-19

Dalam situasi ini, subjek penelitian mengunjungi klinik rawat jalan setelah mengalami cegukan selama 72 jam.

Tes darah dan pencitraan paru-paru kemudian dilakukan. Mereka mengungkapkan bukti adanya infeksi di paru-paru dan sel darah putih yang rendah. Pengujian lanjutan untuk covid-19 menunjukkan hasil positif covid-19.
 

Cara mengatasi cegukan


Ehsan Ali, MD, seorang dokter di Beverly Hills Concierge Doctor memberikan rekomendasi untuk menghentikan cegukan sebagai berikut:

1. Tarik lutut sampai ke dada (posisi sambil tiduran telentang), lalu pegang kedua betis dengan kedua tangan. Hal ini dapat membantu mengompres diafragma, yang pada akhirnya dapat menghentikan cegukan yang dialami

2. Berkumur dengan air (ini mungkin bisa sangat ekstrem karena cegukan bisa membuat kamu tidak sengaja menelan air atau tersedak)

3. Menarik lidah kamu sendiri

4. Minum air dingin

“Jika kamu ingin menjaga agar tidak mengalami cegukan, cara terbaik yang bisa dilakukan adalah menghindari hal-hal, makanan, dan minuman yang kamu tahu akan menyebabkan cegukan," kata Ali. Misalnya, kurangi soda jika kamu tahu ini pemicu kamu mengalami cegukan.

Selain itu,cegukan biasanya tidak menyakitkan, menurut Ali. “Jika cegukan kamu terjadi secara sering dan menyakitkan, mungkin ada sesuatu yang lebih serius terjadi dan kamu harus mencari tahu melalui dokter.” 

Secara umum, cegukan biasanya hanya berlangsung selama beberapa menit. Namun, jika serangan cegukan tersebut sangat sering, menyakitkan, dan berlangsung selama berjam-jam atau beberapa hari, ini bisa menjadi tanda dari kondisi mendasar yang lebih serius, dan kamu harus mempertimbangkan mencari bantuan medis.

Sebagai contoh, sistem saraf pusat adalah bagian tubuh yang mengendalikan refleks cegukan. Jika sistem saraf pada tubuh rusak seperti karena stroke atau cedera otak traumatis maka ini dapat menyebabkan cegukan jangka panjang. Kondisi mendasar lainnya termasuk diabetes, penyakit ginjal, meningitis, dan anestesi.
(TIN)

MOST SEARCH