FITNESS & HEALTH

Studi: Obat Kumur dapat Mematikan Virus Korona dalam 30 Detik

Raka Lestari
Rabu 18 November 2020 / 16:13
Jakarta: Menurut sebuah studi terbaru, obat kumur dapat membunuh virus korona dalam waktu 30 detik. Para ilmuwan di Cardiff University menemukan ada tanda-tanda yang 'menjanjikan' bahwa obat kumur yang dijual bebas dapat membantu menghancurkan virus penyebab covid-19.

Dikutip dari BBC, penelitian menunjukkan bahwa penggunaan obat kumur dapat membantu membunuh virus dalam air liur, namun tidak ada bukti bahwa obat kumur dapat digunakan sebagai pengobatan untuk covid-19. Sebab obat kumur tidak akan mencapai saluran pernapasan atau paru-paru.

Dr Nick Claydon, spesialis periodontologi, mengatakan, jika hasil positif ini tercermin dalam uji klinis oleh Cardiff University, maka obat kumur yang mengandung cetylpyridinium chloride (CPC) bisa menjadi tambahan penting untuk rutinitas orang. Seperti halnya mencuci tangan, menjaga jarak fisik dan memakai masker. Baik di masa pandemi covid-19 maupun pada era kebiasaan adapatasi baru.

Laporan universitas tersebut menyatakan bahwa obat kumur yang mengandung setidaknya 0,07% cetypyridinium chloride (CPC) menunjukkan tanda-tanda yang menjanjikan, untuk dapat membasmi virus.

Meskipun laporan tersebut belum dilakukan peninjauan lebih lanjut, setidaknya penelitian terbaru lainnya menemukan bahwa obat kumur berbasis CPC efektif dalam mengurangi viral load.

"Studi ini menambah literatur yang muncul bahwa, beberapa obat kumur yang umumnya tersedia yang dirancang untuk melawan penyakit gusi, juga dapat menonaktifkan virus corona SARS-CoV-2 (dan virus korona lainnya) ketika diuji di laboratorium dalam kondisi yang dirancang seperti rongga mulut atau hidung dalam tabung reaksi," ujar Dr Richard Stanton, penulis utama studi tersebut.

“Studi ini belum peer review dan dipublikasikan yang artinya belum diteliti oleh ilmuwan lain seperti proses riset akademis pada umumnya. Dan sekarang sudah diserahkan untuk dipublikasikan di jurnal. Masyarakat tetap harus terus mengikuti langkah-langkah pencegahan, seperti sering mencuci tangan dan menjaga jarak sosial,” ujar Dr Stanton.

Uji klinis akan melihat apakah itu membantu mengurangi tingkat virus dalam air liur pasien covid-19 di rumah sakit di Cardiff. Tentunya dengan hasil yang diharapkan dapat diketahui awal tahun depan.
(FIR)

MOST SEARCH