FITNESS & HEALTH

Sero Survei: Kadar Antibodi Perempuan Lebih Tinggi Dibandingkan Laki-laki

Raka Lestari
Kamis 21 April 2022 / 08:00
Jakarta: Kementerian Kesehatan Republik Indonesia dengan Fakultas Kesehatan Masyarakat (FKM) Universitas Indonesia melakukan sero survei untuk mengetahui kadar antibodi terhadap virus masyarakat Indonesia. Sero survei ini dilakukan di tujuh provinsi, yaitu DKI Jakarta, Jawa Barat, Jawa Tengah, Jawa Timur, Banten, Bali, dan DI Yogyakarta.

Salah satu hasil sero survei yang dilakukan pada Maret 2022 ini menemukan bahwa tingkat antibodi perempuan lebih tinggi dibandingkan laki-laki pada daerah yang menjadi tempat survei.

“Kalau kita melihat jenis kelamin, tentunya tidak jauh berbeda. Konsisten bahwa memang perempuan lebih tinggi. Baik itu pada bulan Desember 2021, kemudian pada bulan Maret 2022 terjadi kenaikan antibodi dan perempuan memiliki antibodi lebih tinggi dibandingkan laki-laki,” ungkap Epidemiolog FKM UI yang juga merupakan salah satu tim peneliti, Prof. Pandu Riono.

Ia menambahkan, “Ini mengindikasikan bahwa memang respon atau kenaikan itu terjadi karena ada perbedaan jenis kelamin karena mungkin mobilitas, aktivitas atau interaksi sosial kaum perempuan memang lebih banyak daripada laki-laki,” kata Pandu, dalam Konferensi Pers Update Perkembangan COVID-19 di Indonesia, pada Rabu, 20 April 2022.


(Perbedaan jenis kelamin, mobilitas atau aktivitas, dan interaksi sosial bisa menjadi alasan kadar antibodi perempuan lebih tinggi dibandingkan laki-laki. Foto: Ilustrasi. Dok. Freepik.com)


Hal senada juga diungkapkan oleh tim peneliti lainnya, yang juga epidemiolog dari FKM UI, Prof. Iwan Ariawan, “Sebetulnya pada sero survei di Desember 2021 hasilnya juga sama seperti itu. Kemudian, pada sero survei yang sifatnya lebih kecil di Jakarta, sama pada perempuan lebih tinggi. Begitu pun, pada sero survei di salah satu kelurahan di Jakarta Utara juga sama,” ujar Iwan.

Menurut Iwan, kemungkinan hasilnya seperti itu karena wanita lebih berisiko terinfeksi. Alasannya karena interaksi sosial. Jadi, lebih banyak berkerumun, lebih banyak bepergian, seperti itu. Meskipun kalau kita lihat, tidak terlalu banyak perbedaannya dengan pria.

Meskipun, kadar antibodi perempuan lebih tinggi berdasarkan hasil sero survei tersebut, namun perbedaan kadar antibodi antara perempuan dan laki-laki tidak terlalu tinggi. “Baik laki-laki maupun perempuan pada semua kelompok umur itu sama antibodinya di survei ini, sudah sama-sama tinggi,” tutupnya.

(yyy)

MOST SEARCH