FAMILY

Makin Sering Alami Keguguran atau Lahir Mati, Wanita Lebih Berisiko Terkena Stroke

Mia Vale
Jumat 24 Juni 2022 / 21:37
Jakarta: Sebuah penelitian baru menunjukkan wanita yang mengalami keguguran atau lahir mati, memiliki peningkatan risiko stroke. Ini terjadi ketika darah tidak bisa sampai ke otak, karena arteri yang tersumbat atau pecah. Risiko ini meningkat dengan setiap keguguran atau lahir mati. 

Studi yang diterbitkan oleh British Medical Journal secara meyakinkan menunjukkan hubungan antara keguguran dan stroke. Melansir dari laman The Conversation, banyak wanita tidak menyadari pengalaman mereka selama kehamilan bisa menjadi penanda awal bahaya kesehatan di kemudian hari. 

Penelitian yang dilakukan pada 618.851 wanita yang mengambil bagian dalam 8 studi terpisah di Australia, Tiongkong, Jepang, Belanda, Swedia, Inggris, dan Amerika Serikat, menunjukkan para wanita berusia antara 32 dan 73 tahun ini diteliti selama rata-rata 11 tahun.  

Studi tersebut menunjukkan bahwa selama mereka diteliti, 9.265 (2,8 persen) wanita mengalami setidaknya 1 stroke non-fatal dan 4.003 (0,7 persen) wanita mengalami stroke fatal. Secara keseluruhan, 91.569 (16,2 persen) wanita memiliki riwayat keguguran sementara 24.873 (4,6 persen) memiliki riwayat lahir mati. 



(Apa pun risiko penyakit kardiovaskular, cara terbaik untuk mencegah stroke adalah dengan menjalani gaya hidup sesehat mungkin misalnya makan makanan yang sehat. Foto: Ilustrasi/Pexels.com)


Di antara wanita yang pernah hamil, wanita yang pernah mengalami keguguran memiliki risiko 11 persen lebih tinggi terkena stroke non-fatal dan 17 persen lebih tinggi terkena stroke fatal dibandingkan dengan wanita yang tidak pernah mengalami keguguran. 

Risiko meningkat pada setiap keguguran, sehingga wanita yang mengalami 3 kali atau lebih keguguran memiliki risiko 35 persen lebih tinggi untuk stroke non-fatal dan risiko 82 persen lebih tinggi pada stroke fatal dibandingkan dengan wanita yang tidak pernah keguguran.

Sementara itu, wanita yang pernah hamil, wanita yang memiliki riwayat lahir mati memiliki risiko 31 persen lebih tinggi terkena stroke non-fatal dan risiko stroke fatal 7 persen lebih tinggi.

Studi ini adalah yang pertama menunjukkan hubungan dengan subtipe stroke, lahir mati dikaitkan dengan stroke iskemik (penyumbatan) non-fatal atau stroke hemoragik (perdarahan) yang fatal. Sedangkan keguguran terkait dengan kedua subtipe. 

Apa pun risiko penyakit kardiovaskular, cara terbaik untuk mencegah stroke adalah dengan menjalani gaya hidup sesehat mungkin, berhenti merokok, makan makanan yang sehat, kurangi asupan alkohol, dan lakukan olahraga teratur. 

Gaya hidup ini mengukur risiko yang lebih rendah untuk semua orang, tetapi dokter akan berusaha sangat keras untuk membantu orang-orang yang berisiko jangka panjang melakukan hal ini. Penelitian kami menunjukkan keguguran dan lahir mati merupakan sinyal bahwa seorang wanita berisiko tinggi terkena penyakit kardiovaskular. 
(TIN)

MOST SEARCH