FITNESS & HEALTH

Apakah Kecanduan Narkoba 'Penyakit Otak'?

Timi Trieska Dara
Selasa 03 November 2020 / 18:12
Jakarta: Ada alasan yang menekankan dasar biologis dari gangguan penggunaan narkoba. Dasar biologis dari penyakit kronis ini adalah mengobati kecanduan narkoba setara dengan penyakit biologis lainnya.

Michael Bierer, MD dalam Health Harvard mengatakan studi The New England Journal of Medicine baru-baru ini menerbitkan ulasan tentang "ilmu otak" terkait dengan kecanduan dan manajemennya oleh Dr Nora Volkow dan rekan-rekannya. 
 

Pandangan ilmu dari kecanduan


Gangguan kemampuan seseorang yang candu narkoba atau alkohol ada hubungannya dengan defisit dalam fungsi korteks prefrontal - bagian otak yang terlibat dalam fungsi eksekutif. 

Korteks prefrontal memiliki beberapa pekerjaan penting seperti pemantauan diri, menghukum atau membalas-seseorang atau diri sendiri, dan mengintegrasikan diri.

Kesulitannya juga berkaitan dengan bagaimana otak, ketika kehilangan obat-obatan yang biasa digunakannya, bereaksi terhadap stres

Respons emosi negatif biasanya berlebihan, dan bahkan putus asa. Dalam pengaturan (di otak) ini, ada hubungan atau keinginan untuk zat tersebut. 

Dan banjir bahan kimia otak yang memabukkan yang disebut neurotransmitter (terutama dopamin) selama penggunaan narkoba membuat otak relatif tidak sensitif terhadap sumber kesenangan yang normal - katakanlah, berbicara sambil hang out dengan teman-teman, melihat indahnya matahari terbenam, naik sepeda bersama para sahabat atau lainnya.

Ilmu otak di balik proses yang diamati dan terukur dalam kecanduan ini membantu memperjelas tujuan perawatan. Kesimpulannya adalah perlu adanya perawatan komprehensif yang dilakukan untuk menanganinya.
(TIN)

MOST SEARCH