FITNESS & HEALTH

Konsumsi Parasetamol Kedaluwarsa? Ini Dampaknya!

Mia Vale
Kamis 11 Agustus 2022 / 20:00
Jakarta: Kita tentu tahu, kalau pada kemasan obat-obatan tertera tanggal berapa batas obat tersebut bisa dikonsumsi. Dan kedaluwarsa ditetapkan setelah uji coba yang ketat dan eksperimen terkontrol untuk memastikan keamanan dan efektivitas obat yang dikonsumsi orang. 

Singkatnya, mereka menjamin potensi obat. Obat merupakan semua bahan kimia dan tingkat di mana bergantung pada struktur kimia, persiapan obat, bagaimana mereka dikemas, kondisi lingkungan, apakah mereka terkena kontaminasi mikroba dan paparan panas, cahaya, oksigen, dan air. 

Namun, apa yang terjadi bila seseorang mengonsumsi obat di mana, tanggal edar obat tersebut sudah melewati batas?

Ambil contoh parasetamol. Obat ini tergolong obat sehari-hari yang dijual bebas dan bisa menghilangkan rasa sakit atau demam. Parasetamol terkadang dijual dalam botol tertutup yang disegel untuk menjaga kelembapan dan oksigen atmosfer keluar. 

Parasetamol juga dijual dalam kemasan blister. Bungkusan ini permeabel terhadap air dan oksigen sehingga terbungkus, misalnya, polivinilidena klorida (PVDC). Ini melindungi isi dan memperlambat proses dekomposisi tetapi masih sedikit permeabel sehingga tidak mencegahnya sama sekali. 

Konsekuensinya, seperti yang telah dikutip dari Inversen, meski kemasannya dilindungi, kandungan obatnya perlahan-lahan menurun. Penelitian menunjukkan bahwa ketika obat-obatan berbasis parasetamol melewati tanggal kedaluwarsa, hingga 30 persen obat dapat rusak dalam waktu antara 12 dan 24 bulan.



(Pemaparan dari dr. Nadia Nurotul Fuadah via Alodokter menjelaskan mengonsumsi parasetamol kedaluwarsa bisa berisiko mengalami mual, muntah, ruam kulit, nyeri tenggorokan. Foto: Ilustrasi/Pexels.com)
 

Jadi, apakah aman minum obat setelah tanggal kedaluwarsa? 


Dinukil dari Alodokter dan Inverse, jawabannya bergantung pada obat yang dimaksud, tetapi umumnya tidak. Obat-obatan seperti nitrogliserin mungkin, dalam beberapa kasus, menyelamatkan jiwa. 

Namun kandungan obat yang sebenarnya dari obat-obatan yang sudah kedaluwarsa seperti ini bisa berarti tidak ada lagi obat efektif yang tertinggal dalam apa yang sedang diminum. Jadi tidak akan berpengaruh pada kondisi target. 

Dalam kasus seperti parasetamol, konsekuensinya mungkin tidak terlalu parah. Tapi kandungan obatnya tidak akan diketahui. 

Berbeda dengan penjelasan dr. Nadia Nurotul Fuadah dari Alodokter, mengonsumsi parasetamol kedaluwarsa, bisa berisiko mengalami mual, muntah, ruam kulit, nyeri tenggorokan, sariawan, lemas, kulit dan mata kuning, mudah memar, urine berdarah, sampai feses kehitaman. 

Bila hanya sekali mengonsumsi obat yang kedaluwarsa tersebut, dan tidak muncul keluhan apapun setelahnya, besar kemungkinan kondisi kamu tidaklah berbahaya. Yang diperlukan, berhati-hati agar tindakan serupa tidak lagi terulang.

(TIN)

MOST SEARCH