FITNESS & HEALTH

Bagaimana Mengetahui Anak Terkena Hipertiroid Kongenital Permanen atau Transien?

Kumara Anggita
Sabtu 24 Oktober 2020 / 15:07
Jakarta: Pernahkah Anda mendegar Hipertiroid Kongenital? Ini adalah kondisi di mana anak kekurangan hormon tiroid. Kondisi ini membuat bayi memiliki kelainan neurologis atau saraf, stunting, bahkan kelainan atau cacat fisik.

Menurut dr. Narumi Hayakawa dokter sekaligus dosen Universitas Petra Surabaya, ini bisa diatasi dengan deteksi dini dan penanganan yang tepat. “Semakin cepat dideteksi, semakin cepat pula diobati dan semakin cepat pula anak-anak dihindarkan dari gangguan tumbuh kembang permanen. Karena kabar baiknya, anak-anak yang mendapat penggobatan dengan tepat dapat tumbuh seperti anak-anak normal lainnya,” paparnya. 

Lalu bagaimana mengetahui bahwa anak mengalami hipertiroid kongenital (HK) Permanen atau transien?

dr. Narumi menjelaskan bahwa menurut Paduan Praktik Klinis Diagnosis Hipotiroid Kongenital IDAI, seorang anak dengan HK akan dievaluasi apakah HK-nya permanen transien ketika anak berusia tiga tahun. “Harapannya pada usia ini fungsi kelenjar tiroidnya sudah mature. Sebelum usia itu evaluasi hanya ditujukan untuk mengatur dosis,” ujarnya. 

Lalu saat bayi sudah mendapat screening, apakah perlu dites lagi saat sudah besar? “Pemerintah melalui PERMENKES no 78 tahun 2014 mewajibkan seluruh bayi yang lahir di Indonesia mendapat skrining hipotiroid kongenital,” ujarnya. 

Menurutnya, jika anak sudah mendapat screening pada saat lahir, maka tidak perlu dilakukan screening lagi setelahnya. “Kecuali ada gejala yang mengarahkan gejala hipotiroid,” lanjutnya. 
(YDH)

MOST SEARCH