End Google Analytics -->
FITNESS & HEALTH

Psikiatri Forensik Bantu ODGJ/ODMK Dapatkan Haknya di Ranah Hukum, Ini 4 Tahap yang Harus Dilalui

Medcom
Kamis 08 Desember 2022 / 15:37
Jakarta: Masalah hukum pada teman-teman ODGJ dan ODMK masih sangat kurang, banyak mengalami diskriminasi. Banyak sekali yang mengeluhkan, bahwasanya teman-teman dengan masalah kesehatan mental dan gangguan kejiwaan terjebak dalam jeratan hukum yang lebih besar sepihak tanpa memberikan hak mereka secara lebih terbuka.

Keterbatasan teman yang mengalami masalah mental dan kejiwaan acap kali berperilaku yang di luar kendalinya, serta tidak memungkinkan untuk membela diri di ruang jaksa. Namun, ada beberapa oknum yang memanfaatkan status kejiwaan untuk menghindari hukuman dan membuat ketidakadilan pada penyandang ODGJ dan ODMK yang asli.

Oleh karena itu bantuan pemeriksaan forensik yang akurat sangat diperlukan. Saat ini tim peneliti Fakultas Kedokteran Universitas Indonesia meluncurkan pedoman Kemampuan Berpikir Analisis Psiko Medikolegal (KBAP) dan modul pelatihannya. 

Pedoman ini merupakan sebuah inovasi untuk membantu psikiater untuk melakukan pemeriksaan psikiatri forensik agar pelaku dengan status ODGJ dan ODMK mendapatkan perlakuan yang selayaknya.

"Meskipun sudah ada beberapa ini beberapa lembaga yang menawarkan menawarkan bantuan yang lembaga bantuan hukum, tetapi juga kendala lainnya adalah juga terkait teman-teman yang memang tidak menyadari dirinya sakit jadi itu menjadi kendala," ungkap Bagus Utomo, Ketua Komunitas Peduli Skizofrenia Indonesia (KPSI).


(Beberapa tahap yang akan dilakukan psikiater untuk menganalisa psikiatri forensik salah satunya yaitu potensi keberbahayaan secara objektif serta lie detector. Foto: Ilustrasi/Dok. Freepik.com)


Berikut ini ada empat tahap yang akan dilakukan psikiater untuk menganalisa psikiatri forensik, dengan cara:
 

1. Persiapan


Dengan melaporkan dan menganalisanya.
 

2. Prosedur pemeriksaan


Pemeriksaan ini dengan melakukan analisa kemampuan individu untuk mempertanggungjawabkan tindak pidana, kecakapan mental untuk mengikuti pengadilan, risiko, potensi keberbahayaan secara objektif, dan lie detector.

 

3. Penulisan laporan


Penulisan laporan harus dibuat secara objektif.
 

4. Memberikan keterangan di pengadilan


Psikiater tak hanya memeriksa pelaku, namun terkadang juga menjadi saksi untuk mengatakan apa yang sebenarnya dialami.

Manfaat psikiatri forensik dalam ranah hukum:

- Layanan untuk ODGJ/ODMK yang terlibat dalam ranah hukum

- Menjawab kebutuhan sistem hukum dengan menganalisis psikologi seseorang dan memberikan penjelasan pada pihak yang berwenang

- Memberi penjelasan pada APH sebagai pertimbangan pengambilan keputusan di ranah hukum


Nandhita Nur Fadjriah

(TIN)

MOST SEARCH