FITNESS & HEALTH

Kenali Bunuh Diri dan Pikiran untuk Bunuh Diri, Yuk Bantu Mencegahnya!

Mia Vale
Senin 19 September 2022 / 08:05
Jakarta: Bunuh diri atau berpikir untuk bunuh diri, adalah reaksi tragis terhadap situasi kehidupan yang penuh tekanan. Sampai akhirnya berpikir kalau tidak ada cara untuk menyelesaikan masalah. Dan bunuh diri adalah satu-satunya cara untuk mengakhiri rasa sakit. 

Namun begitu, sebenarnya bunuh diri masih dapat dicegah. Baik kamu sedang mempertimbangkan untuk bunuh diri atau mengenal seseorang yang merasa ingin bunuh diri, pelajari tanda-tanda peringatan bunuh diri dan cara mencari bantuan segera melalui perawatan profesional.

Dengan mengenali tanda-tanda bunuh diri atau pikiran untuk bunuh diri, tentunya dapat menyelamatkan hidup kamu atau orang lain. 

Nah, seperti yang dilansir dari laman Mayo Clinic, berikut tanda atau peringatan kala seseorang ingin bunuh diri atau mempunyai pikiran untuk bunuh diri:

- Berbicara tentang bunuh diri
- Mendapatkan cara untuk mengakhiri hidup diri sendiri, seperti membeli senjata atau menimbun pil
- Menarik diri dari kontak sosial dan ingin dibiarkan sendiri
- Memiliki perubahan suasana hati, seperti hari ini emosi, hari berikutnya sangat putus asa
- Merasa terjebak atau putus asa tentang suatu situasi
- Meningkatkan penggunaan alkohol atau obat-obatan
- Mengubah rutinitas normal, termasuk pola makan atau tidur
- Memberikan barang-barang atau mengatur urusan ketika tidak ada penjelasan logis lain untuk melakukan ini
- Mengucapkan selamat tinggal kepada orang-orang seolah-olah mereka tidak akan terlihat lagi
- Mengembangkan perubahan kepribadian atau menjadi sangat cemas atau gelisah, terutama ketika mengalami beberapa tanda peringatan yang tercantum di atas

Namun, tanda-tanda tersebut tidak sama pada setiap orang. Beberapa orang memperjelas niat mereka, sementara yang lain merahasiakan pikiran dan perasaan untuk bunuh diri.


(Ingat, perasaan ingin bunuh diri bersifat sementara. Jika merasa putus asa atau hidup tidak lagi berharga, ingatlah bahwa pengobatan dapat membantu mendapatkan kembali perspektif kamu. Foto: Ilustrasi/Freepik.com)
 

Ragam penyebab seseorang bunuh diri


Pikiran untuk bunuh diri memiliki banyak penyebab. Paling sering, pikiran untuk bunuh diri adalah hasil dari perasaan seperti tidak dapat mengatasi ketika seseorang dihadapkan dengan apa yang tampaknya menjadi situasi kehidupan yang luar biasa. 

Orang yang melakukan bunuh diri total atau yang memiliki pikiran atau perilaku untuk bunuh diri lebih mungkin memiliki riwayat bunuh diri dalam keluarga.

Meskipun percobaan bunuh diri lebih sering terjadi pada wanita, pria lebih mungkin daripada wanita untuk melakukan bunuh diri karena mereka biasanya menggunakan metode yang lebih mematikan, seperti senjata api. Dan orang-orang yang berisiko bunuh diri, umumnya mereka yang mengalami:

- Merasa putus asa, tidak berharga, gelisah, terisolasi secara sosial atau kesepian
- Mengalami kehidupan yang penuh tekanan, seperti kehilangan orang yang dicintai, putus cinta, atau masalah keuangan atau hukum
- Memiliki gangguan kejiwaan yang mendasari, seperti depresi berat, gangguan stres pasca-trauma atau gangguan bipolar
- Memiliki riwayat keluarga dengan gangguan mental, penyalahgunaan zat, bunuh diri, atau kekerasan, termasuk pelecehan fisik atau seksual
- Memiliki kondisi medis yang dapat dikaitkan dengan depresi dan pemikiran untuk bunuh diri, seperti penyakit kronis, nyeri kronis, atau penyakit terminal
 

Bunuh diri masih bisa dicegah


Untuk membantu menjaga diri agar tidak merasa ingin bunuh diri, mendapatkan perawatan adalah kuncinya. Pasalnya, bila tidak mengobati penyebab yang mendasarinya, pikiran untuk bunuh diri kemungkinan akan kembali. Bisa juga membangun jaringan yang mendukung kamu. 

Mungkin sulit untuk membicarakan perasaan ingin bunuh diri, dan teman serta keluarga mungkin tidak sepenuhnya mengerti mengapa muncul perasaanitu. 

Tetaplah berhubungan dengan orang-orang yang peduli dengan kamu. Ataupun dengan orang-orang yang tahu dengan apa yang sedang terjadi dengan diri kamu dan selalu ada kala kamu membutuhkannya. Merasa terhubung dan didukung dapat membantu mengurangi risiko bunuh diri.

Ingat, perasaan ingin bunuh diri bersifat sementara. Jika merasa putus asa atau hidup tidak lagi berharga, ingatlah bahwa pengobatan dapat membantu mendapatkan kembali perspektif kamu dan hidup akan menjadi lebih baik. Ambil satu langkah pada satu waktu dan jangan bertindak impulsif.
(TIN)

MOST SEARCH