FITNESS & HEALTH

Studi Mengenai Efek Covid-19 pada Gangguan Mental

Raka Lestari
Rabu 11 November 2020 / 12:32
Jakarta: Pandemi covid-19 yang terjadi sejak awal tahun 2020 ini memiliki dampak pada berbagai aspek kehidupan.

Dan pada pasien yang terinfeksi covid-19, tidak hanya aspek kesehatan fisik yang terkena dampak tetapi juga kesehatan mental. Hal ini karena bisa menyebabkan penyakit traumatis bagi mereka.

“Sudah bukan rahasia lagi bahwa tahun 2020 merupakan tahun yang sulit, secara emosional untuk hampir semua orang. Ada penelitian awal yang menunjukkan level depresi dan kecemasan secara nasional (Amerika Serikat) lebih tinggi dibandingkan tahun sebelumnya,” kata Sabrina Liu, Ph.D, seorang psikolog klinis yang memelajari trauma dan ketahanan.

Ia juga menambahkan bahwa trauma yang dialami bisa terjadi karena adanya beberapa faktor. “Terinfeksi covid-19, orang di sekitar yang terinfeksi covid-19, ketakutan terinfeksi, tantangan ekonomi, kehilangan pekerjaan, ketidakseimbangan dalam hal kesehatan, dan banyak lagi,” kata Liu.

Untuk para penyintas covid-19, kesehatan mental adalah situasi nyata. Dilansir dari Bustle, para peneliti percaya bahwa pasien yang terinfeksi covid-19 memiliki risiko lebih tinggi untuk mengembangkan post-traumatic stress disorder (PTSD). 

Para peneliti dari Italia menemukan bahwa 55 persen dari para penyintas covid-19 mengembangkan entah itu depresi, kecemasan, atau keduanya setelah masa pemulihan.

Meskipun demikian, Liu menekankan bahwa untuk saat ini masih terlalu dini untuk menyebut bahwa efek kesehatan mental adalah gejala lain dari penyakit covid-19. Akan tetapi, pengobatan spesifik untuk covid-19 dapat membawa trauma.

“Tidak hanya karena kamu dapat melewati penyakit yang membahayakan nyawa, covid-19 juga dapat menyebabkan gejala yang dapat membuat kamu 'cacat' sekalipun setelah pemulihan.

Selain itu juga pasien harus mendapatkan perawatan dengan cara isolasi total,” kata Liu. Dan menurut Liu, hal-hal tersebut dapat berdampak pada kesehatan mental.
(TIN)

MOST SEARCH