FITNESS & HEALTH

Mengapa Sakit Kepala Muncul saat Terinfeksi Covid-19?

Kumara Anggita
Kamis 14 Januari 2021 / 08:09
Jakarta: Sakit kepala bisa muncul karena berbagai alasan, seperti bangun terlalu cepat, penggunaan obat-obatan tertentu, masalah telinga bagian dalam, atau mabuk perjalanan. Selain itu, gejala yang satu ini juga terjadi pada beberapa dari mereka yang terinfeksi covid-19.

Dikutip dari Prevention, saat ini Centers for Disease Control and Prevention (CDC) maupun  World Health Organization (WHO) tidak mencantumkan sakit kepala sebagai gejala covid-19. Namun dokter bisa menjelaskan tentang hubungan antara vertigo dengan covid-19.
 

Apakah sakit kepala merupakan gejala covid-19?


Beberapa penelitian telah mengaitkan vertigo dengan covid-19. Faktanya, ulasan penelitian yang diterbitkan dalam Ear, Nose & Throat Journal menyebut pusing sebagai salah satu manifestasi klinis utama covid-19.

Para peneliti menganalisis 14 studi berbeda yang mencakup data dari 141 pasien virus korona dan menemukan bahwa, semuanya mengalami vertigo di beberapa titik. Mereka juga menemukan bahwa sakit kepala adalah gejala awal pada tiga pasien tersebut dan, pada dua di antaranya, diikuti oleh gejala pernapasan.

“Sangat penting bahwa dokter yang merawat tetap waspada, terutama saat menangani gejala nonspesifik seperti pusing, karena dapat dengan mudah terabaikan,” ujar para peneliti.

Sebuah laporan kasus yang diterbitkan pada Juli lalu menjelaskan bagaimana seorang pria berusia 78 tahun pergi ke UGD pada Maret dengan pusing dan kegoyahan sebagai gejala utamanya. Meskipun tidak memiliki gejala covid-19 yang diketahui, ia dinyatakan positif mengidap virus korona.

“Dokter garis depan harus menyadari gejala awal dan tidak spesifik yang terkait dengan infeksi SARS-CoV-2,” tulis para peneliti.

Laporan kasus lain yang diterbitkan pada Juni juga menjelaskan bagaimana seorang perempuan berusia 20 tahun pergi ke rumah sakit karena vertigo, mual, dan muntah. Perempuan itu juga akhirnya dinyatakan positif covid-19
 

Alasan sakit kepala muncul


"Meskipun jelas bahwa covid-19 berpotensi menyebabkan pusing, alasannya masih belum jelas. Saat ini, mekanisme spesifik yang menjelaskan fenomena ini belum diidentifikasi,” kata Iahn Gonsenhauser, M.D., kepala petugas kualitas dan keselamatan pasien di The Ohio State University Wexner Medical Center.

“Vertigo dan sakit kepala adalah gejala umum umum yang terkait dengan banyak virus, dan terutama dengan penyakit yang disertai demam, bukan hanya covid-19,” paparnya.

Namun, pakar penyakit menular Amesh A. Adalja, M.D., peneliti senior di Johns Hopkins Center for Health Security, berpendapat mungkin ada kaitan tidak langsung. Orang bisa mengalami dehidrasi atau merasa sangat tidak enak dengan rasa tidak enak badan akibat covid-19, itu bisa membuat kamu sakit kepala.

“Penurunan kadar oksigen dalam darah, yang dapat terjadi dengan kasus covid-19 yang lebih parah, juga dapat menyebabkan perasaan vertigo," kata John Sellick, DO, seorang ahli penyakit menular dan profesor kedokteran di University at Buffalo / SUNY di New York.

Untuk itu, pastikan pusing kamu terkait dengan covid-19 atau tidak. Lihat apakah pusing ini dibarengi dengan gejala lain seperti demam, batuk, dan sesak. Jika pusing kamu datang tiba-tiba dan tidak terkait dengan demam atau kondisi yang sudah ada sebelumnya, Dr. Gonsenhauser mengatakan kamu harus segera mencari pertolongan medis.
(FIR)

MOST SEARCH