FITNESS & HEALTH

Amankah Pemberian Vaksinasi pada Anak yang Memiliki Komorbid?

Raka Lestari
Jumat 13 Agustus 2021 / 07:06
Jakarta: Mungkin beberapa orang tua merasa khawatir untuk mendapatkan vaksinasi covid-19 pada anak-anak yang memiliki komorbid. Pada umumnya, jika kondisi anak tersebut stabil memang bisa diberikan vaksinasi covid-19. Akan tetapi, jika memang kondisi sang anak tersebut belum stabil maka bisa ditanyakan kepada dokter.

“Kalau kita lihat, kepentingan suatu vaksinasi kita tahu vaksinasi adalah pencegahan. Artinya supaya seseorang tidak menderita sakit. Jadi pencegahan tidak memandang umur, kelompok. Dari usia 0 sampai sepuluh semua bisa terkena,” ujar Prof. Dr. dr. Sri Rezeki Hadinegoro, Sp.A(K) - Ketua Indonesian Technical Advisory Group of Immunization (ITAGI) dalam acara Diskusi Vaksin Covid-19 bagi Anak.

Prof. Sri Rezeki juga menekankan bahwa vaksinasi covid-19 pada anak sangat penting dilakukan. Anak yang menderita covid-19 itu di Indonesia ini termasuk yang agak tinggi memang. Di atas 12 persen dari jumlah semua total kasus yang terkonfirmasi. Makin besar anak itu, makin banyak kasusnya.

“Para pakar mengatakan, kalau kita mau mencari herd immunity tidak bisa anak-anak tidak dimasukkan dalam kelompok vaksin karena memang dia juga merupakan satu sumber untuk menularkan. Dan dia juga bisa berat, terutama anak-anak dengan komorbid. Misalnya kelainan jantung bawaan, diabetes, ginjal, kanker, itu semuanya sangat mudah sekali tertular covid-19,” jelas Prof. Sri Rezeki.

Lalu, bagaimana pemberian vaksinasi pada pasien anak yang memiliki komorbid? Terutama untuk anak-anak yang memiliki kelainan bawaan itu memang kita harus berhati-hati.

"Jadi misalnya dia punya penyakit jantung bawaan, atau punya penyakit ginjal yang masih minum obat, itu kita menunggu sampai betul-betul stabil,” saran Prof. Sri Rezeki.

Kalau perlu ditanyakan dulu pada dokter yang merawat, ditanyakan apakah memang dia sudah stabil keadaannya sehingga dia bisa mendapat vaksin dengan baik. Atau mungkin anak yang kena kanker, itu kalau pengobatan sitostatikanya sudah selesai dan keadaannya stabil itu sudah bisa divaksinasi.

Akan tetapi kalau masih dalam pengobatan, atau belum stabil maka ditanyakan dulu pada dokter yang merawatnya. Hal-hal seperti itu bukan menjadi halangan, tapi kita bisa mengonsuultasikannya terlebih dahulu.
(FIR)

MOST SEARCH