FITNESS & HEALTH

Ini Takaran Pemberian Dosis untuk Vaksin Booster Menurut BPOM dan ITAGI

Raka Lestari
Selasa 11 Januari 2022 / 18:15
Jakarta: Program vaksinasi booster di Indonesia akan dimulai pada 12 Januari 2022. Untuk penggunaan jenis vaksin yang akan dijadikan booster, pemerintah melalui Kementerian Kesehatan telah memberikan panduan. Meskipun memang, panduan mengenai jenis vaksin tersebut akan berkembang sesuai dengan ketersediaan vaksin nantinya.

“Pemerintah akan memberikan vaksinasi booster dengan mempertimbangkan ketersediaan vaksin yang tersedia serta mempertimbangkan riset yang dilakukan oleh peneliti. Baik dari dalam negeri maupun luar negeri,” jelas Menteri Kesehatan RI, Budi Gunadi Sadikin, dalam Keterangan Pers terkait: Teknis Vaksinasi Booster Covid-19, Selasa, 11 Januari 2022.

Mengenai kombinasi vaksin yang akan dijadikan booster, berdasarkan hasil riset peneliti yang sudah dikonfirmasi oleh BPOM dan ITAGI, adalah sebagai berikut:

1. Untuk vaksinasi primer atau yang sudah mendapatkan dosis pertama dan kedua dari Sinovac, vaksin booster yang akan diberikan adalah setengah dosis Pfizer.

2. Untuk vaksinasi primer atau yang sudah mendapatkan dosis pertama dan kedua dari Sinovac, vaksin booster yang akan diberikan adalah setengah dosis AstraZeneca.

3. Untuk vaksinasi primer atau yang sudah mendapatkan dosis pertama dan kedua dari AstraZeneca, vaksin booster yang akan diberikan adalah setengah dosis Moderna.

“Ini adalah kombinasi awal dari vaksin booster yang diberikan berdasarkan ketersediaan vaksin dan hasil riset yang disetujui BPOM dan ITAGI. Ini nantinya bisa berkembang tergantung riset baru yang masuk dan ketersediaan vaksin,” tutur Menkes Budi Gunadi.

Menurut Menkes Budi, seluruh kombinasi vaksin booster tersebut sudah disetujui BPOM dan ITAGI. Katanya, vaksin booster bisa sejenis atau bisa juga vaksin yang beda jenis.

"Semuanya kembali diberikan keleluasaan kepada negara untuk bisa menerapkan vaksin booster yang sesuai ketersediaan dan logistik masing-masing negara,” terang Menkes Budi.

“Beberapa penelitian dari dalam dan luar negeri menunjukkan bahwa vaksin booster dengan kombinasi jenis vaksin yang berbeda menunjukkan peningkatan antibodi yang relaitf sama atau sama dengan vaksin yang jenisnya sama,” ujar Menkes Budi.

Lebih lanjut, berdasarkan hasil penelitian di luar dan dalam negeri menunjukkan, vaksin booster setengah dosis bisa memberikan peningkatan antibodi yang relatif sama, atau lebih baik dari vaksinasi dosis penuh dengan KIPI yang ringan.
(FIR)

MOST SEARCH