FITNESS & HEALTH

CDC: 59% Kasus Covid-19 Berasal dari OTG

Raka Lestari
Kamis 14 Januari 2021 / 18:05
Jakarta: Menurut para peneliti dari Centers for Disease Control and Prevention (CDC), lebih dari separuh kasus covid-19 ditularkan dari orang yang tidak memiliki gejala apa pun (OTG). Studi baru yang diterbitkan di JAMA Network Open menyatakan, sekitar 59 persen penularan berasal dari OTG.

“Intinya adalah dalam pengendalian covid-19 benar-benar harus melakukan kontrol terhadap silent pandemic yang terjadi karena adanya penyebaran dari orang-orang tanpa gejala,” ujar Jay Butler, penulis studi sekaligus wakil direktur CDC untuk penyakit menular, kepada The Washington Post.

Menurut para peneliti dalam studi tersebut, melakukan testing dan isolasi terhadap pasien dengan gejala tidak dapat mengontrol penyebaran pandemi yang terjadi. Para peneliti dalam studi justru menekankan untuk pentingnya menggunakan masker, melakukan jaga jarak sosial, dan melakukan testing pada orang-orang yang tidak sakit.

“Dengan adanya varian baru yang menular di berbagai negara dan beberapa negara bagian, itu bahkan lebih penting. Temuan mengenai varian baru tersebut, merupakan hal yang harus lebih diperhatikan. Tingkat kewaspadaan juga harus ditambah dari sebeleumnya,” tambah Butler.

Meskipun demikian, tim peneliti dari studi tetap menekankan bahwa penyebaran covid-19 sangat kompleks dan bisa bervariasi karena berbagai faktor. Salah satunya adalah lingkungan, yang bisa mengubah apakah penyebaran tanpa gejala bisa lebih sering terjadi.

Selain itu, orang-orang yang berada di dalam perawatan jangka panjang dan yang berkumpul, mungkin menghadapi risiko yang lebih tinggi untuk terkena virus atau menyebarkan virus kepada orang lain.

“Dengan tidak adanya penggunaan terapi atau vaksin yang efektif dan meluas yang dapat memperpendek atau menghilangkan infektifitas, untuk pengendalian SARS-CoV-2 yang berhasil tidak dapat hanya bergantung pada identifikasi dan isolasi kasus-kasus yang bergejala. Bahkan jika diterapkan secara efektif, strategi ini tidak akan cukup,” tulis tim peneliti.
(FIR)

MOST SEARCH