FITNESS & HEALTH

Kemenkes: Operasi Katarak Tingkatkan Produktivitas 5 Kali Lipat

Sunnaholomi Halakrispen
Rabu 07 Oktober 2020 / 12:38
Jakarta: Katarak merupakan gangguan penglihatan yang menyumbang angka kematian dini tertinggi. Salah satu upaya tepat untuk mengatasi hal itu ialah dengan melakukan operasi mata.

Hal tersebut disampaikan oleh Direktur Jenderal Pencegahan dan Pengendalian Penyakit Kementerian Kesehatan (Kemenkes) RI dr. Achmad Yurianto. Menurutnya, operasi tersebut bisa meningkatkan produktivitas hampir lima kali lipat.

"Hasil riset menunjukkan katarak yang dioperasi pada satu mata akan meningkatkan produktivitas dua kali lipat. Operasi pada kedua mata akan meningkatkan produktivitas hampir lima kali lipat," ujar Yuri dalam webinar Kemenkes.

Yuri, sapaaan akrabnya, mengatakan bahwa diperkirakan rata-rata pengeluaran per pasien yang mengalami kebutaan adalah hampir dua kali lipat dari biaya yang lainnya. Pada kondisi buta dengan dua mata, diperkirakan akan mengeluarkan biaya sekitar USD12.175 hingga USD14.029 atau Rp170 juta hingga Rp196 juta.

"Belum lagi ditambah biaya tidak langsung yang cukup besar, karena kerugian produktivitasnya," tuturnya.

Yuri menekankan, dampak yang ditimbulkan oleh kebutaan cukup besar. Dampak ekonomi akibat menurunkan kualitas hidup yang direpresentasikan adalah Rp84,7 triliun.

Menurut Wakil Ketua Komite Mata Nasional (Komatnas) dr. Aldiana Halim, Sp.M, terdapat 8 juta orang mengalami gangguan penglihatan. Sebanyak 1,6 juta di antaranya menderita kebutaan dan 6,4 juta mengalami gangguan penglihatan sedang hingga berat.

"Kasus-kasus kebutaan itu paling banyak disebabkan oleh katarak, sebanyak 81,2 persen. Sehingga diperkirakan di Indonesia ada 1,3 kita penduduk Indonesia karena katarak," ucap dr. Aldiana.

Kini, seluruh pihak perlu memahami bahwa katarak tidak bisa lagi dilihat sebagai hal yang biasa-biasa saja. Sebab, katarak memengaruhi seluruh aspek kehidupan masyarakat. Maka baginya, pemangku kebijakan sebaiknya dapat mengintensifkan operasi katarak.

"Untuk menurunkan prevalensi kebutaan dari gangguan penglihatan dan mengembalikan fungsi orang-orang. Sehingga kualitas hidupnya bisa mendapatkan kualitas hidup yang baik," pungkasnya.
(FIR)

MOST SEARCH