FITNESS & HEALTH

Maraknya Covid-19 Tanpa Gejala, Protokol Kesehatan Wajib Dilakukan

Sunnaholomi Halakrispen
Rabu 07 Oktober 2020 / 11:09
Jakarta: Pasien covid-19 tanpa gejala atau asimptomatik covid-19 sulit diketahui selain dengan menjalankan pemeriksaan swab test. Sesuai dengan namanya, pasien ini terinfeksi virus SARS-CoV-2 namun tanpa menunjukkan tanda-tanda apa pun.

"Namanya juga asimptomatik, jadi tidak ada gejala. Jadi ada banyak orang terinfeksi sampai sembuh, itu tidak ada gejala apa pun," ujar Ketua Satgas Kewaspadaan dan Kesiagaan Covid-19 dari Ikatan Dokter Indonesia (IDI), Prof. Dr. Zubairi Djoerban, Sp.PD-KHOM, kepada Gaya.id.

Ia memaparkan bahwa sebagian besar Orang Tanpa Gejala/OTG (asimptomatik covid-19) memang gejalanya ringan, cenderung tidak merasakan sakit. Ada juga yang mengalami gejala yang muncul dan hilang, kemudian muncul kembali.

"Sebagian kecil lagi, ada yang terinfeksi, dua minggu kemudian timbul panas, batuk, sesak, napas terganggu, harus opname, masuk ICU, pakai ventilator, sebagian lagi meninggal," paparnya.

Celakanya, kondisi tersebut berbahaya bagi orang lain di sekitarnya yang memiliki daya tahan tubuh rendah. Orang lain pun tertular covid-19 dari paparan pasien covid-19 tanpa gejala.

Penularan oleh pasien covid-19 tanpa gejala, kata Prof. Zubairi, setidaknya ada dua. Di antaranya, silent carrier dan pre-asimptomatik (dalam masa inkubasi menjelang gejala muncul).




(Pemakaian masker jadi salah satu tindakan tepat sebelum vaksin covid-19 ditemukan. Foto: Pexels.com)


"Bisa menular tanpa gejala, yang satu namanya tanpa gejala, dari mulai terinfeksi sampai sembuh tanpa gejala, dan selama itu dia menular," jelasnya.

"Kedua, dia terinfeksi tanpa gejala, nanti dua minggu kemudian timbul gejala, tapi sebelum timbul gejala (panas, batuk, sesak napas), dia sudah dalam posisi menularkan kepada orang lain. Tetapi masih pada tahap tanpa gejala," tambahnya.

Maka dari itu, protokol kesehatan wajib dipenuhi oleh seluruh masyarakat Indonesia. Kewajiban dalam penerapan 3M, yakni menggunakan masker, menjaga jarak dengan orang lain setidaknya dua meter, dan mencuci tangan dengan sabun.

Hal lainnya yang tidak kalah penting, yakni etiket saat batuk atau bersin. Di mana pun kamu berada, tutuplah mulut dan hidung dengan kain yang bisa kamu bawa ke mana-mana, atau bisa dengan baju bagian siku lengan.

Cara ini untuk menghindari terjadinya percikan aerosol yang keluar dari mulut dan hidung kamu saat bersin maupun batuk. 

Satuan Tugas (Satgas) Penanganan Covid-19 berulang kali menekankan pentingnya peran masyarakat dalam mencegah penyebaran pandemi virus korona lewat disiplin protokol kesehatan. Disiplin memakai masker, menjaga jarak, dan rajin mencuci tangan atau 3M menjadi kunci memutus mata rantai penyebaran virus covid-19.

Pemerintah melalui #satgascovid19 tak bosan-bosannya mengampanyekan #ingatpesanibu. Jangan lupa selalu menerapkan 3M, yakni #pakaimasker, #jagajarak dan #jagajarakhindarikerumunan, serta #cucitangandan #cucitanganpakaisabun. 

(TIN)

MOST SEARCH