FITNESS & HEALTH

Risiko Infeksi Covid-19 Terkait dengan Masalah Kesehatan Mental

Mia Vale
Minggu 24 April 2022 / 18:16
Jakarta: Menurut sebuah studi baru, seseorang yang menderita masalah kesehatan mental berada pada risiko yang lebih tinggi untuk terpapar infeksi covid-19. Hal ini juga termasuk saat mereka sudah menerima vaksin covid.

Hal ini telah ditinjau oleh para ilmuwan di California di mana lebih dari 250.000 pasien yang divaksinasi lengkap dalam sistem kesehatan Urusan Veteran AS. Setidaknya, satu diagnosis psikiatri dalam lima tahun terakhir, sebagian besar pasiennya adalah laki-laki. 

Seperti yang dikutip dari Deseret, berkisar 14,8 persen dari pasien tersebut mengembangkan infeksi covid-19 meskipun telah divaksinasi terhadap virus korona. 


covid-19 dan Masalah Kesehatan Mental
(Menurut sumber yang sama disebutkan sebenarnya, ada hubungan antara masalah kesehatan mental dan infeksi covid-19 sejak awal pandemi. Foto: Ilustrasi/Pexels.com)


Dengan kata lain, orang yang berusia di atas 65 tahun dengan penyalahgunaan zat gangguan psikotik, gangguan bipolar, gangguan penyesuaian atau kecemasan, memiliki risiko 24 persen lebih tinggi terkena covid-19. Hal ini diungkapkan dari hasil penelitian yang diterbitkan di jurnal Jaringan JAMA Terbuka.

"Penelitian kami menunjukkan bahwa peningkatan infeksi 'terobosan' pada orang dengan gangguan kejiwaan tidak dapat sepenuhnya dijelaskan oleh faktor sosio-demografis atau kondisi yang sudah ada sebelumnya," ujar penulis utama studi Aoife O'Donovan, yang bekerja di San Francisco VA Health Sistem Perawatan, menurut Reuters.

O' Donovan menambahkan, kemungkinan kekebalan setelah vaksinasi berkurang lebih cepat atau lebih kuat untuk orang dengan gangguan kejiwaan dan/atau mereka dapat memiliki perlindungan yang lebih sedikit terhadap varian yang lebih baru.

Menurut sumber yang sama disebutkan sebenarnya, ada hubungan antara masalah kesehatan mental dan infeksi covid-19 sejak awal pandemi. Studi yang ditulis oleh Ashley Nash via Deseret News menulis soal membandingkan pasien yang tidak tertular covid-19 dengan mereka yang tertular. 

Penelitian tersebut menemukan mereka yang tertular virus korona memiliki peningkatan risiko gangguan kecemasan, gangguan depresi, stres dan gangguan penyesuaian.

(TIN)

MOST SEARCH