FITNESS & HEALTH

Kurangi Rasa Cemas Covid-19 dengan Meditasi

Sunnaholomi Halakrispen
Minggu 08 November 2020 / 07:00
Jakarta: Perjalanan global yang meningkat, isolasi, informasi yang berlebihan karena pandemi covid-19, telah meningkatkan perasaan cemas. Beragam hal pun berubah.

Rutinitas yang dimiliki, gaya hidup yang dijalani, dan harapan yang telah tercipta, semua telah digantikan dengan ketidakpastian. 

Sering kali, gejala psikologis cenderung muncul pertama kali ketika orang berpikir tentang kecemasan dan stres, tetapi ada juga beberapa tanda fisik yang sangat nyata terkait dengan kecemasan yang perlu diperiksa. 

"Sebagian besar dari kita mendapati diri kita memeriksa suhu tubuh kita beberapa kali sehari, sedikit cemas dengan mungkin gejala ringan flu yang samar dengan covid-19, dan kekhawatiran mengambil alih tubuh fisik dan indra kamu," ujar Abhijita Kulshrestha, tabib spiritual, dikutip dari Hindustan Times.

Kecemasan dan stres dapat memiliki konsekuensi serius pada kesehatan fisik kita. Sakit kepala migrain, sindrom iritasi usus (IBS) atau gangguan gejala somatik, yang ditandai dengan rasa sakit, mual, lemah, atau pusing adalah beberapa gejala kecemasan dan stres yang meningkat.

Salah satu cara untuk mengatasi perasaan cemas adalah dengan mendidik diri sendiri tentang apa yang terjadi di tubuh kamu. Ektaa Sibal, pelatih spiritual, pun menyampaikan pandangannya.

"Penting untuk dicatat bahwa kecemasan tidak buruk, itu berasal dari respons stres bawaan yang diperlukan untuk bertahan hidup," tuturnya.


meditasi
(Lakukan meditasi selama beberapa menit untuk mengurangi rasa cemas kamu dari hiruk pikuk situasi pandemi covid-19 ini. Foto: Pexels.com)
 

Meditasi


Ia merekomendasikan meditasi untuk mengurangi manifestasi fisik kecemasan. "Ketika meditasi dilakukan dengan jurnal syukur, itu menjadi metode yang sangat kuat untuk menjaga pikiran dan tubuh kita secara positif selaras menuju menciptakan kekuatan dan ketahanan untuk mengelola stres," tambahnya.

Radhika Bapat, Psikoterapis Klinis, mendorong semua orang untuk tetap sederhana. Menurutnya, selain berolahraga dan makan sehat, aturlah pandangan kamu pada tugas yang sudah lama dihindari, atur ulang, dan ciptakan sesuatu yang selalu kamu inginkan. 

"Menjalani waktu saat ini dengan pola pikir merasa terjebak membuat kamu lebih stres. Ini adalah kesempatanmu untuk melambat dan fokus pada diri sendiri," ucapnya.

Ia menerangkan bahwa ilusi kontrol harus sepenuhnya dihilangkan dan kita semua perlu menemukan kedamaian dalam kenyataan bahwa kita melakukan bagian kita untuk seperti meratakan kurva. 

Strategi-strategi ini tentu saja akan membantu membangun kekuatan mental untuk melawan situasi yang penuh tekanan, yang dialami seluruh dunia.

(TIN)

MOST SEARCH